80 Guru di Gianyar Ikuti Pelatihan Literasi Keuangan dari Maybank Indonesia dan PJI, Fokus pada Karakter Anak

Penulis: Yanto Prasetya  •  Senin, 27 Juli 2026 | 22:09:31 WIB
Delapan puluh guru di Gianyar mengikuti pelatihan literasi keuangan dari Maybank Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia di SDN 1 Gianyar.

GIANYAR — Puluhan guru dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten Gianyar mendapat pembekalan khusus tentang literasi keuangan dan penanaman karakter pada anak. Pelatihan yang digelar di SDN 1 Gianyar itu merupakan bagian dari program “Melek Literasi dan Aksi Finansial Bersama (Melaib)” yang diinisiasi oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

Executive Director PJI, Utami Anita Herawati, menyebut kegiatan ini sebagai titik awal penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki karakter kuat. Ia menyoroti bagaimana anak-anak saat ini sudah sangat akrab dengan gawai dan berbagai platform finansial digital.

Dari Sekadar Menabung ke Pemahaman Konsekuensi

Utami menegaskan bahwa materi yang diberikan dalam pelatihan ini lebih dalam dari sekadar menghitung uang atau menabung. Para guru dibekali modul pembelajaran dan kurikulum khusus yang dirancang untuk mengajarkan siswa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

“Bukan hanya kita-kita orang dewasa, tapi anak muda ini sudah mulai terpapar dengan digitalisasi. Finansial digital itu sangat mudah sekali diakses,” ujar Utami dalam sambutannya.

Lebih dari itu, program ini juga menekankan pemahaman akan konsekuensi dari setiap keputusan finansial yang diambil. Hal ini dinilai krusial agar anak-anak tidak terjebak dalam konsumsi impulsif sejak dini, terutama di tengah gempuran iklan dan kemudahan transaksi digital.

Kurikulum Harus Diterapkan di Kelas

Utami berpesan agar 80 guru yang hadir tidak hanya menerima materi, tetapi benar-benar mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari. Menurutnya, kurikulum yang sudah disusun dengan baik akan sia-sia jika tidak diwujudkan menjadi aksi nyata di ruang kelas.

“Bagaimana kurikulum yang sudah disusun dengan baik ini bisa diimplementasikan, bisa diwujudkan menjadi kegiatan yang nyata di kelas-kelas yang nanti bapak ibu ajarkan. Itu yang sangat penting,” pungkasnya.

Pelatihan ini diharapkan mampu menjadi katalis bagi lahirnya generasi muda di Gianyar yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga bertanggung jawab dalam mengelola uang. Dengan bekal karakter yang kuat, anak-anak diharapkan mampu menavigasi dunia digital yang semakin kompleks tanpa kehilangan arah.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: kabarnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top