MANGUPURA — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada puncak rangkaian upacara agung di Pura Taman Ganter. Upacara Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Tawur Balik Sumpah itu berlangsung di kawasan perbatasan yang unik: pura ini secara adat berada di bawah Desa Adat Mengwi, Badung, namun secara administratif masuk wilayah Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
Kehadiran orang nomor satu di Badung itu didampingi langsung oleh Ida Cokorda Mengwi XIII yang bertindak sebagai penyegjeg karya. Prosesi upacara dipuput oleh Ida Pedanda Ketut Pemaron dari Griya Sidemen Tarukan Pemaron Munggu bersama Ida Pedanda Gede Jelantik dari Griya Gunung Sari Ubud.
Dalam sambutannya, Adi Arnawa mengajak seluruh krama penyungsung untuk terus bersyukur atas kelancaran rangkaian upacara. Ia berharap seluruh prosesi dapat membawa kerahayuan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Saya tidak henti-hentinya menghaturkan puja dan rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga seluruh rangkaian karya utama Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Tawur Balik Sumpah di Pura Taman Ganter dapat berjalan lancar, labda karya, serta sida purna,” ujar Adi Arnawa.
Di momen yang sama, Bupati Badung itu secara terbuka menyampaikan penghormatan mendalam kepada Ida Cokorda Mengwi XIII. Ia menyebut tokoh puri tersebut sebagai mentor penting dalam perjalanan kariernya, sejak menjabat Sedahan Agung hingga kini memimpin Kabupaten Badung.
“Saya sangat menghormati Ida Cokorda Mengwi yang merupakan mentor. Perjalanan karier sejak menjadi Sedahan Agung hingga saat ini tidak terlepas dari bimbingan dan arahan Beliau,” ucapnya.
Di luar konteks upacara, Adi Arnawa turut memaparkan arah pembangunan daerah yang kini difokuskan pada penguatan infrastruktur. Dua isu utama yang ia angkat adalah perbaikan jalan dan penanganan kemacetan untuk menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.
“Pariwisata adalah tulang punggung perekonomian. Ketika kemacetan dapat diurai dan infrastruktur semakin baik, investasi akan tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” kata Adi Arnawa.
Ia menambahkan, wisatawan datang ke Bali dan Badung karena kekuatan adat serta budaya. Oleh sebab itu, pembangunan sarana prasarana ibadah, balai banjar, dan kegiatan adat keagamaan akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.
Bendesa Adat Mengwi sekaligus Manggala Karya, Ida Bagus Oka, menyampaikan apresiasi atas kehadiran bupati dan dukungan yang diberikan. Ia mengungkapkan, Pura Taman Ganter telah menerima hibah restorasi pada tahun 2024 serta hibah upakara yang dijadwalkan pada tahun 2026.
“Titiyang selaku pribadi sekaligus mewakili krama pengempon lan penyungsung Pura Taman Ganter disini, ngaturan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak Bupati Badung bersama tokoh masyarakat atas kehadiran, dukungan serta bantuan yang diberikan,” ucap Ida Bagus Oka.