BALI — Mercusuar setinggi sekitar 35 meter di Nuca Molas, Pulau Mules, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, ditutup permanen untuk wisatawan setelah retak parah akibat gempa M 7,7 pada 15 Agustus lalu. Selama ini menara itu jadi spot terbaik menikmati panorama Nuca Molas, dan wisatawan harus naik ke puncaknya untuk mendapat pemandangan penuh. Penutupan berlaku demi keselamatan pengunjung, meski belum ada kepastian kapan bangunan akan dibangun kembali.
Keputusan penutupan diambil setelah pemeriksaan menunjukkan kerusakan di sejumlah bagian menara. Pengelola menilai risiko bangunan roboh terlalu besar untuk diabaikan, terutama karena mercusuar kerap dipakai pengunjung naik ke puncak.
Ketua Pokdarwis Nuca Molas, Sahrul Salam, menyatakan penutupan dilakukan sesaat setelah gempa pertama melanda kawasan itu. Pihaknya tidak ingin mengambil risiko lebih besar mengingat kondisi struktur yang sudah tua.
"Langkah ini kami ambil mengingat mercusuar merupakan bangunan lama. Gempa kemarin lumayan besar, setelah diperiksa banyak bagian dari bangunan mercusuar yang retak. Kami tidak mau ambil resiko lebih besar makanya kami tutup permanen," kata Sahrul.
Ia menambahkan belum ada jadwal pasti soal pembangunan ulang mercusuar. "Ntah kapan dibangun kembalinya saya juga belum tahu," ujarnya.
Mercusuar Nuca Molas sebenarnya berfungsi sebagai penanda keberadaan Pulau Mules. Lampunya menjadi patokan bagi kapal-kapal besar yang melintas di perairan sekitar pulau.
Bagi nelayan setempat, cahaya mercusuar punya arti lebih jauh. Saat lampu tak lagi terlihat, itu tanda mereka sudah berlayar terlalu jauh mencari ikan di tengah laut.
"Sebagai patokan bahwa apabila lampu mercusuar sudah tidak terlihat itu artinya nelayan kami sudah jauh berlayar mencari ikan di tengah laut dan segera mencari arah untuk kembali ke pulau dengan menemukan cahaya lampu mercusuar," jelas Sahrul.
Seiring ramainya kunjungan wisatawan, mercusuar menjelma spot terbaik menikmati keindahan Nuca Molas. Pengunjung harus menaiki menara untuk mendapatkan panorama penuh destinasi tersebut.
Dengan penutupan permanen, akses ke puncak mercusuar tertutup bagi umum. Wisatawan yang tetap ingin menikmati Nuca Molas disarankan mengonfirmasi kondisi terkini kawasan lewat dinas pariwisata setempat atau pengelola Pokdarwis.
Nuca Molas tetap menyimpan pesona alam Pulau Mules yang layak dikunjungi. Namun untuk sementara, nikmatilah lanskapnya dari titik aman di daratan, bukan dari puncak mercusuar yang kini tertutup permanen.