Fakta Bule Dirantai Pecalang Adat Yang Viral di Sosmed

0
411
Bule Di Rantai Pecalang Adat Thebalisun
Bule Di Rantai Pecalang Adat Thebalisun

POJOKBALI.COM – Fakta Bule Dirantai Pecalang Adat Yang Viral di Sosmed Belum lama ini, salah satu foto mendadak viral di media sosial yang memperlihatkan Bagaimana Seorang warga asing yang berasal dari Amerika Serikat harus diamankan oleh pecalang desa adat kampial Kuta Selatan dengan cara dirantai. Ternyata kejadian tersebut bukanlah aksi semena-mena yang dilakukan oleh pecalang adat, akan tetapi hal tersebut dilakukan, karena sang bule asal Amerika melakukan pelanggaran disaat warga Bali terutama yang ada di daerah Badung tengah melakukan ritual keagamaan nyepi yang berlangsung pada hari Rabu 25 Maret 2020 kemarin.

Foto viral bule dirantai pecalang adat yang mendadak viral dan menjadi perbincangan netizen tersebut, ternyata tindakan tegas yang dilakukan oleh pecalang desa adat kampial Kutai Selatan dikarenakan salah seorang wisatawan asal Amerika sudah melakukan pelanggaran disaat warga sekitar Tengah melakukan ritual keagamaan Nyepi yang berlangsung pada hari Rabu. Malahan dari berbagai sumber yang kami rangkum, terdapat beberapa fakta dari insiden tersebut yang mungkin belum kalian ketahui.

Fakta bule dirantai pecalang adat di Bali

Seperti dikutip dari berbagai sumber yang kami rangkum, dibawah ini adalah fakta terkait foto viral seorang warga asing asal Amerika Serikat yang harus diamankan secara paksa oleh pecalang desa adat kampial Kuta Selatan dikarenakan beberapa hal dan untuk faktanya sendiri adalah sebagai berikut.

Bule melawan saat diamankan

Di saat warga Bali sedang melaksanakan Nyepi ternyata bule tersebut lelah mencoba melawan dan selanjutnya ingin pergi untuk melakukan jogging di pagi hari dan hal ini membuat pecalang desa adat langsung melakukan tindakan secara tegas yaitu dengan merantai bule tersebut.

Awal mula kejadian

Menurut AKP Yusak Agustinus Sooai selaku Kapolsek Kuta Selatan kepada awak media, apabila awal mula kejadian foto viral tersebut yaitu di saat wisatawan asal Amerika menginap di Umi Mai Villa yang ada di Jembrana, pada hari Rabu 25 Maret 2020, bule tersebut keluar untuk melakukan jogging padahal waktu itu warga sekitar sedang melakukan ritual ibadah Nyepi namun ketika dilarang oleh satpam Fila untuk tidak melakukan jogging dan tetap di dalam villa ternyata bola tersebut malah melawan.

Selanjutnya sang bule tersebut langsung melakukan jogging sampai berhasil melewati Desa ungasan dan desa kutuh, akan tetapi ketika si bule tiba di desa adat kampial dirinya langsung dicegat oleh pecalang adat yang saat itu sedang berjaga dan ketika diberikan teguran, ternyata bule tersebut malah tidak mau mengikuti apa yang di diinstruksikan oleh pecalang desa adat kampial dan malah memaksa untuk jogging kembali.

Selanjutnya saat itu, pecalang adat sempat memberikan solusi supaya wisatawan asal Amerika ini kembali ke Villa dan menghormati warga yang sedang melakukan nyepi akan tetapi, bule tersebut malah terus melawan dan ingin jogging. Akibat ulahnya yang terus melawan, terpaksa pecalang adat mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan dimana sang bule langsung ditangkap dan diamankan di mana tubuhnya dirantai.

Masih ngotot walau sudah diamankan

Menurut AKP Agustinus, walaupun bule tersebut sudah diamankan oleh pihak Kepolisian akan tetapi sangat disayangkan malah bola tersebut terus melawan kepada pecalang padahal diketahui, apabila ketika umat hindu yang ada di Bali sedang melakukan Nyepi maka tidak boleh ke mana-mana sebagai penghormatan saat berada di Bali, akan tetapi hal tersebut malah tidak ditaati oleh sang bule sehingga ia pun harus dirantai karena melawan pecalang adat hanya karena ingin jogging.

Tidak dipenjara

Menurut Kapolsek apabila bola tersebut setelah diamankan oleh pecalang adat dan selanjutnya dibawa ke kantor polisi, sang bule asal Amerika tidak dipenjara akan tetapi ia langsung diantar ke villa tempat dirinya menginap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here