OJK Melarang Pihak Lembaga Pembiayaan Menggunakan Debt Collector

0
261
OJK Melarang Debt Collector IGojkindonesia
OJK Melarang Debt Collector IGojkindonesia

POJOKBALI.COM – OJK Melarang Pihak Lembaga Pembiayaan Menggunakan Debt Collector Sikap tegas langsung ditunjukkan oleh OJK untuk seluruh lembaga pembiayaan yang ada di Indonesia termasuk di provinsi Bali yaitu untuk tidak memakai jasa debt collector atau penagih utang ketika mereka menagih utang para kreditor, dikarenakan sekarang ini pihak OJK Tengah melakukan sosialisasi yang diperintahkan langsung oleh pemerintah melalui Presiden Jokowi untuk memberikan keringanan terhadap pembayaran kredit penuh untuk debitur yang memang terkena wabah virus Corona. Terutama bagi debitur yang biasa bekerja informal yang harus kehilangan pendapatan akibat virus corona.

Himbauan OJK kepada pihak lembaga pembiayaan untuk melarang menggunakan Debt Collector alias penagih utang, hal ini dikarenakan pihak OJK sedang melakukan program pemerintah yaitu memberikan kelonggaran untuk masalah pembayaran kredit penuh debitur yang memang terdampak pandemi virus Corona. Ketua dewan komisioner oJK atau Otoritas Jasa Keuangan yaitu Wimboh, ia menegaskan untuk seluruh lembaga pembiayaan supaya mentaati apa yang yang diinstruksikan oleh pemerintah melalui OJK untuk bisa saling menghargai kepada debitur yang terkena dampak wabah virus Corona Pak.

Sektor yang memperoleh keringanan dari OJK

Ada beberapa sektor pekerjaan yang secara resmi mendapatkan keringanan dari pihak OJK untuk masalah pembayaran kredit diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Seluruh pengusaha au mikro kecil dan menengah atau UMKM
  2. Para driver ojek online
  3. Para penerima kredit usaha rakyat

Untuk keringanan yang diberikan oleh pihak OJK yaitu penangguhan kredit selama 1 tahun baik untuk masalah bunga dan juga tagihan pokok, dikarenakan ketiga sektor di atas dipastikan akan terkena dampak virus Corona yang sekarang ini sedang mewabah di Indonesia.

“Untuk seluruh sektor informal kami sangat menghimbau untuk tidak menggunakan debt collector dikarenakan hal tersebut merupakan proses kesepakatan antara pemberi pinjaman dan peminjam. Saya sangat menghimbau untuk pemberi pinjaman maupun peminjam, bisa memakai teknologi atau menggunakan sistem digital yang lain untuk masalah perkreditan. Untuk masalah teknis ini sudah dipersiapkan baik oleh pemberi kredit dan juga sudah diketahui oleh peminjam,” tegas Wimboh

Wimboh menambahkan, untuk para pemberi kredit dikarenakan mereka dilarang menggunakan jasa debt collector maka solusi yang sangat direkomendasikan yaitu dengan memakai teknologi untuk mengingatkan para debitur supaya membayar kewajibannya. Akan tetapi untuk nasabah yang mempunyai kemampuan dalam masalah pembayaran maka pihak OJK tetap memperbolehkan kepada debitur untuk bisa tetap membayar seperti biasa.

Bagi mereka yang masih bisa membayar nantinya pihak bank ataupun lembaga pembiayaan akan memasukkan untuk kategori lancar dan juga unsur penilaian kolektibilitas hanya berfokus pada ketepatan waktu dalam membayar, sehingga dengan demikian, pihak lembaga pembiayaan ataupun bank tidak lagi harus membuat cadangan provinsi dan nantinya tidak akan memberatkan kepada industri keuangan dari sisi permodalan.

Dengan adanya ketegasan yang diberikan oleh pihak OJK melarang pihak lembaga pembiayaan dalam menggunakan Debt Collector, hal ini menjadi sebuah kebijakan pemerintah untuk para debitur yang terkena imbas wabah virus Corona di Indonesia. Namun pastinya, bagi debitur yang mampu membayar hutang seperti biasa maka mereka diperbolehkan untuk membayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here