Benda Sakral di Pura Pucak Bukit Sangkur Digondol Maling

0
154
Pura Pucak Bukit Sangkur Kemalingan IG
Pura Pucak Bukit Sangkur Kemalingan IG

POJOKBALI.COM – Benda Sakral di Pura Pucak Bukit Sangkur Digondol Maling Belum lama ini salah satu benda keramat dan juga benda sakral yang kembali dicuri dan digondol oleh maling yaitu Pratima yang berada di Pura puncak bukit sangkur banjar kembang Merta yang ada di desa candikuning Kecamatan Baturiti kabupaten Tabanan. Akibat oknum maling tersebut sejumlah harta dan barang berharga dikabarkan hilang digondol maling dan selanjutnya peristiwa tersebut diketahui ketika Jero Mangku mengantar umat yang akan melakukan nangkil pada hari Senin 20 april 2020 yang lalu.

Benda sakral di Pura puncak bukit sangkur digondol maling langsung menjadi perhatian beberapa orang yang ada di Bali terutama di Kabupaten Tabanan dikarenakan aksi pencurian di lokasi ibadah tersebut bukan hanya terjadi satu kali akan tetapi sudah terjadi ketiga kalinya, di mana sejumlah acak yang hilang merupakan Arca Batara Bayu diantaranya adalah topeng Hanoman yang didalamnya berisi merah delima dan emas, selanjutnya perlengkapan Ida pedanda ketika muput upacara antara lain kenta, ketuk, genta, sampai wadah Tirta yang berasal dari Kuningan.

Arca berbentuk Lingga Yoni dengan bolong sebanyak 3000 gepeng dan 2 Kota sesari. Malahan beberapa barang bukti sebagai tempat penyimpanan Aca ketika ditemukan sudah berserakan di luar pura dan juga di area hutan yang berjarak 5 m, selanjutnya dalam pencurian tersebut pelaku maling merusak dua pelinggih dimana masing-masing siwa Budha yang berada di bawah pura dan juga gendong Penegtegan meru tumpeng telu.

Peristiwa kebobolan maling di tempat ibadah tersebut diketahui pada malam hari di tengah pandemi wabah virus Corona dan selanjutnya untuk kasus pencurian beberapa apa arti tersebut sudah dilaporkan oleh bendesa adat Banjar kembang Merta dan selanjutnya dilaporkan kepada pihak Polsek Baturiti.

Pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP dan dari hasil olah TKP tersebut apabila pencuri mengambil pratima yaitu dengan cara merusak gembok pelinggih dengan menggunakan linggis sehingga hal tersebut mengakibatkan mudahnya sang pencuri untuk mengambil barang di tempat ibadah tersebut. Selanjutnya dikabarkan apabila pura keramat adat Banjar kembang Merta mengalami kerugian mencapai 10 juta.

Dari penjelasan Kapolsek yaitu Kompol Nengah Sudiarta, apabila pelaku sekarang ini sedang diselidiki dan dari hasil olah TKP pelaku masih belum bisa diprediksi akan tetapi dipastikan pihak kepolisian akan terus mengembangkan kasus pencurian benda sakral di Pura Pucak Bukit sangkur dikarenakan hal ini sangat meresahkan bagi warga sekitar terutama di tengah wabah virus Corona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here