BALI — Kepastian itu didapat setelah Australia mencetak gol kontroversial melalui Marcus Neil di menit-menit akhir laga yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Kamis (11/6/2026) malam. Gol tersebut sempat dianulir karena offside, namun setelah meninjau ulang melalui VAR, wasit asal Uzbekistan, Bainazarov Alimardon, akhirnya mengesahkannya.
Sepanjang pertandingan, Indonesia tampil dominan dan berkali-kali mengancam gawang Australia. Namun, kegagalan mengonversi peluang menjadi gol kembali menjadi momok. Petaka datang ketika laga hampir usai. Australia memanfaatkan satu momen kehilangan konsentrasi dari lini belakang Garuda Muda.
Nova Arianto mengakui kelengahan itulah yang menjadi pembeda. "Kita tidak bisa kehilangan fokus sedikit saja. Di saat kita kehilangan fokus sedikit saja, kita kemasukan dan itu akan dihukum oleh tim lawan," ujarnya seusai laga, seperti dikutip dari Indosiar.
Pelatih asal Indonesia itu tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. "Yang pertama, saat ini saya ucapkan terima kasih kepada pemain yang sudah bekerja keras, tetapi itulah sepak bola," katanya.
Dengan tersingkirnya Indonesia, fokus utama Nova kini tertuju pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Di babak kualifikasi nanti, Garuda Muda kembali akan bertemu Australia, ditambah Malaysia dan Laos.
Untuk laga perebutan peringkat ketiga Piala AFF, sang pelatih memastikan akan melakukan rotasi besar-besaran. Ia berencana menurunkan pemain-pemain yang tidak tampil saat melawan Australia. "Target kami ada di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Kami harus menjaga kebugaran pemain inti," tegas Nova.
Keputusan ini menunjukkan bahwa pihak pelatih lebih mementingkan kesiapan tim untuk ajang yang lebih bergengsi di tingkat Asia, ketimbang hanya memperebutkan posisi ketiga di turnamen regional.