Bali Masih Jadi Jalur Utama Perdagangan Satwa Liar Ilegal, 128 Petugas Kewalahan Awasi Pelabuhan 24 Jam

Penulis: Xander Situmorang  •  Senin, 15 Juni 2026 | 19:56:31 WIB
Petugas BKHIT Bali melakukan pemeriksaan kendaraan di pelabuhan untuk mengawasi perdagangan satwa liar ilegal.

DENPASAR — Modus pelaku perdagangan ilegal kian canggih. Kepala BKHIT Bali, Heri Yuwono, mengungkapkan satwa sering disembunyikan di balik muatan kendaraan logistik yang ditutup terpal. Jika setiap kendaraan mencurigakan harus dihentikan dan diperiksa total, kemacetan parah di pelabuhan penyeberangan tak terhindarkan.

"Kami harus memutar otak agar pengawasan tetap ketat tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas di pelabuhan penyeberangan," jelas Heri dalam diskusi Media Gathering bertajuk 'Bali Antara Rute Utama dan Pasar Gelap Perdagangan Ilegal Satwa Liar', Senin (15/6/2026).

Digitalisasi Jadi Senjata Baru BKHIT

Meski kewalahan, BKHIT Bali terus berinovasi. Salah satunya dengan digitalisasi layanan melalui sertifikat karantina elektronik. Pelaku usaha kini tak perlu lagi datang langsung ke kantor untuk mengurus dokumen.

Sistem pemantauan dan pengawasan juga terus ditingkatkan. Tujuannya memastikan tidak ada agensia hayati atau satwa berbahaya yang masuk dan merusak ekosistem Bali.

Tiga Pilar Konservasi dan Ancaman dari Dalam

Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menekankan pentingnya tiga pilar utama menjaga kekayaan hayati: perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan berkelanjutan. Penangkaran resmi diizinkan, namun harus memenuhi syarat ketat.

"Penangkaran resmi memang diizinkan, namun harus memenuhi syarat ketat agar tidak disalahgunakan sebagai kedok perdagangan ilegal," ujar Ratna.

Ironisnya, tantangan konservasi tak hanya datang dari luar. Ada oknum yang justru menyusup ke dalam komunitas pencinta satwa dan pegiat konservasi.

Kolaborasi Lintas Lembaga Diperkuat

Diskusi yang digelar Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) bersama LSM FLIGHT ini menghadirkan perspektif akademisi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Dr. Ida Bagus Widyana. Direktur Eksekutif FLIGHT, Marison Guciano, mendorong penguatan kolaborasi antarlembaga memberantas rantai perdagangan satwa liar secara lebih masif dan terpadu.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: kabarnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top