Program yang diberi nama Platform Migration Assistance ini dirancang untuk meredakan apa yang disebut HPE sebagai "masalah biaya gelembung ganda" — kondisi ketika pelanggan harus menanggung pengeluaran ganda selama masa transisi dari satu platform virtualisasi ke platform lain. Dalam skema ini, pelanggan yang menggunakan HPE Morpheus VM Essentials tidak perlu membayar lisensi selama tahun pertama, dan mendapatkan lisensi migrasi Zerto secara gratis untuk periode yang sama.
Survei terbaru menemukan bahwa separuh pengguna VMware berencana mengurangi penggunaan produk virtualisasi tersebut pada 2028. Sejak diakuisisi Broadcom tahun lalu, biaya lisensi VMware melonjak drastis — untuk sebagian pelanggan, kenaikannya mencapai 800 hingga 1.500 persen. Broadcom juga menghentikan program kemitraan yang selama ini menjadi andalan banyak penyedia jasa layanan.
"Salah satu hal besar yang kami lihat adalah ketika pelanggan menjalani perjalanan transformasi model operasi, mereka berakhir dengan biaya ganda," kata Fidelma Russo, EVP dan CTO HPE dalam pengumuman tersebut. "Kami mengumumkan bahwa ketika pelanggan bertransformasi dengan HPE Morpheus VM Essentials, Anda tidak membayar lisensi tahun pertama. Anda akan mendapatkan lisensi migrasi Zerto selama periode itu untuk membantu perpindahan."
HPE juga memperkenalkan VM Essentials for Partner IT, program yang memberikan lisensi VM Essentials gratis selama tiga tahun kepada 600 mitra yang meraih kompetensi Private Cloud with Virtualization sebelum akhir tahun. Mitra hanya perlu membayar biaya dukungan. Mulai 1 Juli, HPE akan memperluas model channel-only ke produk HPE Private Cloud PC3000 (sebelumnya HPE Private Cloud Business Edition), HPE SimpliVity PC1000, dan HPE Zerto.
Langkah ini mengikuti kesuksesan penjualan Morpheus VM Essentials melalui jalur channel-only yang sudah berjalan. Simon Ewington, SVP Worldwide Channel and Partner Ecosystem HPE, mengatakan, "Mitra menginginkan cara yang lebih sederhana untuk terlibat dan peluang yang lebih besar untuk bertumbuh."
Di acara yang sama, HPE mengungkapkan rencana menyatukan program kemitraan HPE dan Juniper Networks di bawah payung Partner Ready Vantage. Perubahan ini akan berlaku mulai 1 November. Tujuannya adalah menciptakan satu program global dengan struktur yang disederhanakan, insentif yang selaras, dan model keterlibatan yang konsisten untuk layanan jaringan, cloud, dan AI.
HPE juga menyatakan akan membantu penyedia layanan cloud membangun dan mengoperasikan layanan private cloud yang terdiferensiasi dengan CloudOps Software dan dukungan HPE Partner Ready Vantage. Meskipun HPE tidak menyebut nama VMware secara eksplisit dalam kampanye migrasi ini, sasaran program ini sudah sangat jelas: merebut pangsa pasar dari platform virtualisasi yang kini dianggap terlalu mahal oleh banyak pelanggannya.