BALI — Samsung diprediksi bakal meluncurkan dua varian Galaxy Z Fold 8 pada 22 Juli mendatang: model "Wide" dan "Ultra". Laporan terbaru dari ZDNet Korea mengungkap perbedaan signifikan di sektor layar utama kedua perangkat ini, tepatnya pada lapisan kaca ultra tipis atau ultra-thin glass (UTG).
UTG adalah lapisan kaca fleksibel tipis yang melapisi panel layar lipat. Fungsinya krusial: meratakan permukaan layar dan menambah ketahanan terhadap tekanan saat digunakan sehari-hari.
Menurut laporan tersebut, Galaxy Z Fold 8 "Wide" akan menggunakan UTG setebal 60 mikrometer (?m). Angka ini naik 30 persen dari Galaxy Z Fold 7 yang 'hanya' 45?m. Sebagai perbandingan, lompatan dari Galaxy Z Fold 6 ke Z Fold 7 sebelumnya mencapai 50 persen.
Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 "Ultra" — yang disebut-sebut memiliki faktor bentuk mirip Z Fold 7 — dikabarkan tetap mempertahankan ketebalan UTG 45?m.
Ketebalan UTG adalah soal keseimbangan. Kaca yang lebih tipis (45?m) biasanya lebih lentur dan kecil kemungkinannya retak saat dilipat. Sebaliknya, kaca yang lebih tebal (60?m) membuat panel layar tampak lebih rapi, lebih tahan terhadap benturan, dan lebih kuat saat terjatuh.
Namun, ada konsekuensinya. Laporan tersebut mencatat bahwa layar dengan UTG lebih tebal berpotensi lebih rentan terhadap retak spontan — masalah yang sempat muncul di perangkat lipat generasi awal. Meski begitu, untuk pemakaian harian, Z Fold 8 "Wide" diprediksi menawarkan ketahanan yang lebih baik secara keseluruhan.
Keputusan Samsung menghadirkan dua varian dengan spesifikasi layar yang berbeda ini menarik. Varian "Wide" mengutamakan durabilitas dan pengalaman layar yang lebih solid, meski ada risiko kecil di mekanisme lipatan. Varian "Ultra" justru memilih pendekatan konservatif dengan ketebalan yang sudah teruji di generasi sebelumnya.
Belum ada informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan kedua model ini di Indonesia. Yang jelas, pengguna yang menginginkan ponsel lipat paling tangguh untuk penggunaan sehari-hari mungkin akan lebih cocok dengan varian "Wide".