Suasana Persembahyangan Galungan di Pura Jagatnatha Denparna, Umat Hindu Kibarkan Dharma Lawan Adharma

Penulis: Usman Harun  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 22:54:01 WIB
Umat Hindu memadati Pura Jagatnatha Denpasar untuk persembahyangan Galungan.

DENPASAR — Pura Jagatnatha di pusat Kota Denpasar menjadi salah satu titik utama perayaan Galungan pada Rabu (17/6/2026). Ribuan umat Hindu dari berbagai penjuru kota dan sekitarnya tampak antre memasuki area pura sejak pagi. Sesajen berupa janur, buah, dan kue tradisional Bali menjadi pemandangan yang mendominasi pelataran pura.

Makna Galungan: Kemenangan Dharma atas Adharma

Galungan merupakan hari raya yang dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Bali. Perayaan ini dimaknai sebagai momen kemenangan kebaikan melawan keburukan. Umat Hindu di Bali meyakini bahwa pada hari ini, para leluhur turun ke bumi untuk memberkati keluarga mereka.

"Galungan adalah hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Kami bersyukur bisa kembali merayakannya bersama keluarga dan sesama umat," ujar salah seorang pemangku di Pura Jagatnatha yang enggan disebutkan namanya.

Ritual dan Tradisi yang Mengiringi

Persembahyangan dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh para sulinggih. Setelah itu, umat secara bergiliran menaburkan bunga dan menancapkan dupa di pelinggih utama. Tak hanya di Pura Jagatnatha, perayaan serupa juga berlangsung di ribuan pura lainnya di seluruh Bali.

Di sejumlah desa, tradisi memasang penjor—bambu melengkung berhias janur dan hasil bumi—masih terlihat di sepanjang jalan. Ini menjadi penanda bahwa Galungan telah tiba dan suasana perayaan menyebar hingga ke pelosok.

Antusiasme Warga dan Dampak Ekonomi Lokal

Perayaan Galungan juga mendorong aktivitas ekonomi lokal. Pedagang sesajen dan bunga di sekitar Pura Jagatnatha mengaku omzet mereka meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. "Sejak seminggu lalu, permintaan banten dan canang naik drastis. Ini berkah bagi kami," kata Ni Wayan, seorang pedagang di Pasar Badung.

Pemerintah Kota Denpasar sebelumnya telah mengimbau warga untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama perayaan. Petugas keamanan dan relawan ditempatkan di sejumlah titik rawan macet di sekitar pura.

Galungan dan Identitas Budaya Bali

Galungan bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga bagian dari identitas budaya Bali yang diakui UNESCO. Warisan budaya ini terus dijaga oleh generasi muda melalui partisipasi aktif dalam setiap rangkaian upacara. Di era digital, banyak juga warga yang membagikan momen persembahyangan melalui media sosial sebagai bentuk dokumentasi dan edukasi.

Hingga sore hari, suasana di Pura Jagatnatha tetap ramai. Umat terus berdatangan untuk menuntaskan kewajiban spiritual mereka. Galungan tahun ini menjadi pengingat bahwa tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan di Pulau Dewata.

Reporter: Usman Harun
Sumber: bali.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top