Kolaborasi yang tidak terduga ini menghasilkan sebuah film pendek live-action untuk Dave the Diver: In the Jungle, ekspansi berbayar yang akan dirilis pada 18 Juni. The Asylum, yang terkenal dengan film-film B-movie bertema bencana alam dan hewan gila, membawa seluruh ciri khasnya ke dalam video promosi ini. Hasilnya? Sebuah tontonan penuh aksi konyol yang terasa pas dengan nada humor game aslinya.
Film pendek ini ditulis dan disutradarai oleh Anthony C. Ferrante, sutradara di balik sebagian besar film Sharknado. Steven Tulumello memerankan Dave, sementara karakter-karakter ikonik lain seperti Cobra, Bancho, dan Dr. Bacon juga muncul diperankan oleh aktor-aktor yang sesuai. Video yang diunggah di YouTube ini langsung menuai respons positif karena berhasil menangkap esensi over-the-top yang menjadi ciri khas The Asylum.
Dalam film tersebut, Dave dan timnya tidak lagi menyelam di laut, tetapi harus menyusuri sungai dan rawa-rawa di hutan. Adegan-adegan aksi yang tidak masuk akal, dialog yang kaku, dan efek visual yang sengaja dibuat ala kadarnya justru menjadi daya tarik utama. Bagi penggemar game orisinalnya, kolaborasi ini terasa seperti sebuah fan service yang sempurna.
Selain film pendek, Mintrocket juga mengumumkan detail lebih lanjut tentang DLC In the Jungle. Ekspansi ini dibanderol dengan harga 10 dolar AS atau sekitar Rp 160 ribu. Dalam petualangan baru ini, Dave dan kawan-kawan harus menyelidiki fenomena misterius di sebuah ekosistem bawah air yang berada di tengah hutan.
Pengembang menjanjikan konten cerita dan gameplay baru yang bisa dinikmati selama lebih dari 10 jam. Pemain akan menjelajahi lingkungan yang benar-benar berbeda dari game utama, lengkap dengan spesies ikan dan tantangan baru yang harus dihadapi. Ini adalah langkah berani Mintrocket untuk memperluas dunia Dave the Diver di luar batas laut dangkal.
The Asylum bukanlah studio film besar. Mereka dikenal sebagai mesin produksi mockbuster yang memanfaatkan tren film Hollywood dengan bujet minim. Namun, reputasi "jelek tapi menghibur" inilah yang membuat kolaborasi dengan Dave the Diver terasa brilian. Game itu sendiri dikenal karena perpaduan santai antara manajemen restoran dan eksplorasi bawah air yang dibalut humor ringan.
Alih-alih membuat trailer sinematik yang megah, Mintrocket memilih untuk merangkul sisi liar dan absurd dari karakternya. Hasilnya adalah sebuah film pendek yang tidak hanya mempromosikan DLC, tetapi juga menjadi hiburan tersendiri. Bagi industri game Indonesia, pendekatan pemasaran seperti ini bisa menjadi pelajaran bahwa terkadang, mengambil risiko dengan nada yang tidak biasa justru lebih berkesan daripada mengikuti pakem promosi yang aman.