BALI — Setelah menguji Dyson Find+Follow Purifier Cool PC3 selama beberapa pekan, kesimpulan awal kami cukup beragam. Kipas ini memang memberikan performa pendinginan dan pemurnian udara kelas atas, tetapi harga yang diminta membuat kami harus berpikir ulang. Untuk pengguna yang menginginkan teknologi terbaru dan memiliki ruangan luas, fitur ini mungkin menarik. Namun, bagi kebanyakan orang, varian Dyson yang lebih murah atau produk kompetitor mungkin menjadi pilihan lebih cerdas.
Dyson PC3 menawarkan kualitas yang diharapkan dari produk premium. Aliran udaranya terasa halus dan senyap, bahkan pada kecepatan tinggi. Fitur oscillasi 350 derajat menjadi nilai jual utama, memungkinkan kipas menjangkau hampir seluruh sudut ruangan besar. Kami menguji di ruang tamu terbuka seluas 40 meter persegi, dan hembusan angin terasa merata.
Fitur Find+Follow bekerja dengan baik di ruangan luas. Kamera di bagian depan kipas mendeteksi keberadaan orang dan secara otomatis memutar arah hembusan. Saat kami berjalan dari sofa ke meja makan, kipas mengikuti pergerakan tanpa jeda berarti. Dyson mengklaim fitur ini berguna untuk memastikan angin selalu tepat sasaran, terutama di ruang keluarga yang diisi banyak orang.
Kontrol melalui aplikasi My Dyson juga responsif. Pengguna bisa mengatur kecepatan, mode otomatis, malam hari, hingga timer. Kipas juga kompatibel dengan Google Assistant dan Amazon Alexa, sehingga bisa dioperasikan dengan perintah suara.
Kelemahan paling jelas adalah harganya. Dengan kisaran Rp 13,9 juta, Dyson PC3 bersaing dengan AC portable atau pendingin udara lainnya yang lebih bertenaga. Di luar itu, ada beberapa kekurangan fisik yang mengganggu.
Pertama, tidak ada penyesuaian oscillasi vertikal. Kipas hanya bisa berputar horizontal, tidak bisa diarahkan naik atau turun secara manual. Kedua, varian warna hanya tersedia putih-emas. Jika Anda menginginkan warna lain, harus mencari model Dyson lain.
Ketiga, layar LCD di bagian dasar kipas berukuran kecil dan sulit terbaca dari jarak lebih dari dua meter. Informasi kualitas udara, suhu, dan kelembapan lebih mudah dilihat di aplikasi. Tombol fisik hanya tersedia satu untuk daya, sehingga pengaturan lainnya harus melalui remote atau aplikasi.
Dyson mengklaim filter HEPA H13 dan K-Carbon mampu menangkap 99,95% partikel virus, bakteri, serbuk sari, dan bulu hewan. Dalam pengujian, kami membakar roti panggang hingga gosong di dapur. Sensor kualitas udara di kipas mendeteksi peningkatan partikel dalam waktu 30 detik dan mulai menyaring. Bau hangus hilang sekitar 15 menit, lebih cepat dibandingkan membiarkannya hilang sendiri yang butuh 30-40 menit.
Untuk pendinginan, kipas ini tidak bisa disamakan dengan AC. Ia hanya menghembuskan angin, bukan menurunkan suhu ruangan. Namun, aliran udaranya terasa alami seperti angin sepoi-sepoi, bukan hembusan kencang yang mengeringkan mata.
Dyson Find+Follow Purifier Cool PC3 adalah produk yang membingungkan. Ia menawarkan teknologi keren yang bekerja dengan baik, tetapi kegunaannya sangat situasional. Fitur Find+Follow paling berguna di ruangan besar dengan banyak orang, seperti ruang keluarga terbuka atau kantor kecil. Di ruangan sempit, fitur ini tidak terlalu diperlukan karena kipas sudah bisa menjangkau seluruh area.
Jika Anda adalah pengguna yang mementingkan teknologi terbaru, memiliki anggaran lebih, dan sering berada di ruangan luas bersama keluarga, PC3 layak dipertimbangkan. Namun, jika prioritas Anda adalah pendinginan dan pemurnian udara yang efektif dengan harga lebih masuk akal, Dyson Purifier Cool TP09 atau bahkan kipas merek lain seperti Xiaomi atau Sharp bisa menjadi alternatif yang lebih baik.