DENPASAR — Satlantas Polresta Denpasar langsung bergerak setelah sebuah video viral di media sosial menuding oknum polisi meminta uang kepada korban kecelakaan. Tuduhan itu langsung dibantah tegas. Polisi menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam proses penanganan kecelakaan lalu lintas.
Video yang beredar di media sosial itu menunjukkan seorang warga yang mengaku dimintai sejumlah uang oleh pihak yang mengatasnamakan kepolisian. Narasi dalam video tersebut menyebutkan adanya permintaan biaya untuk pengurusan kecelakaan. Konten itu langsung menyebar luas dan memicu reaksi publik di Denpasar.
Pihak Satlantas Polresta Denpasar tidak tinggal diam. Mereka segera mengundang pihak-pihak terkait untuk duduk bersama. Mediasi digelar untuk mencari titik terang dan memastikan fakta di lapangan.
Dalam klarifikasi resminya, Satlantas Polresta Denpasar menegaskan bahwa seluruh proses penanganan kecelakaan lalu lintas tidak dipungut biaya sepeser pun. Mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga pembuatan laporan polisi, semuanya gratis. Tuduhan dalam video tersebut dinilai tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Mereka meminta warga yang mengalami hal serupa untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Langkah mediasi ini diambil untuk mencegah kesalahpahaman yang lebih luas. Satlantas Polresta Denpasar ingin memastikan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tidak terkikis oleh informasi yang keliru. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan korban, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya.
Hasil mediasi menunjukkan bahwa tidak ada bukti permintaan uang oleh oknum anggota polisi dalam kasus yang disebutkan dalam video. Semua pihak yang hadir sepakat untuk meluruskan informasi tersebut ke publik.
Polresta Denpasar berkomitmen untuk terus transparan dalam setiap penanganan perkara. Mereka juga membuka saluran pengaduan bagi warga yang merasa dirugikan oleh oknum anggota kepolisian.