DENPASAR — Musda PPKORI Bali tahun ini mengusung tema “Bersama Kita Membangun Prestasi Olahraga Bali Menuju Bali Emas 2028”. Tema tersebut menjadi peta jalan bagi organisasi untuk mengintegrasikan sport science ke dalam setiap tahap pembinaan atlet, dari deteksi dini hingga kembali bertanding.
Rapat pleno keempat musda mengesahkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan dalam lima tahun ke depan. Fokus utamanya bukan sekadar pembinaan konvensional, melainkan pemanfaatan teknologi modern untuk memantau kondisi atlet.
Musda juga menetapkan Ketua KONI Provinsi Bali dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebagai penasihat PPKORI. Langkah ini memperkuat ikatan historis organisasi yang sejak 1977 berkantor di Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Unud. Sinergi dengan akademisi diharapkan mempercepat penerapan evidence-based sports medicine di lapangan.
Dalam sambutannya, Prof. Adiatmika menekankan bahwa kemenangan atlet tidak bisa dicapai hanya dengan latihan keras. “Prestasi olahraga yang berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila didukung oleh sistem kesehatan olahraga yang komprehensif,” ujarnya. Ia menambahkan, PPKORI akan mensinergikan potensi dokter, perawat, nutrisi, farmasi, dan ahli kesehatan lain untuk mengawal target Bali Emas 2028.
Usai musda, tim formatur yang dipimpin langsung oleh ketua terpilih mendapat mandat menyusun struktur kepengurusan lengkap. Batas waktu penyusunan diberikan selama 14 hari kerja sebelum diajukan ke Pengurus Pusat PPKORI untuk mendapatkan pengesahan resmi.