BALI — Wuling Motors memberi sinyal agresif di segmen kendaraan listrik nasional. Melalui ajang perkenalan di pabrik Cikarang akhir pekan lalu, pabrikan asal China itu memastikan model terbarunya, Wuling Aira EV, akan diposisikan sebagai mobil listrik paling terjangkau di lini produk mereka.
Ricky Christian mengatakan, timnya saat ini masih melakukan kalkulasi harga final. Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan menargetkan banderol Aira EV bisa menembus angka di bawah Rp 200 juta.
"Terkait estimasi harga, saat ini kami masih melakukan perhitungan untuk mendapatkan harga yang terbaik. Yang bisa kami sampaikan, kami mengupayakan agar harga Wuling Aira bisa berada di bawah Rp 200 juta," ujar Ricky dalam konferensi pers di Cikarang.
Alih-alih mengumumkan harga langsung, Wuling memilih membuka masa pemesanan awal (pre-booking) lebih dulu. Langkah ini memungkinkan konsumen menjadi pemesan pertama sebelum harga resmi diumumkan.
Ricky menambahkan, pengumuman harga dan detail spesifikasi lengkap Aira EV akan dilakukan pada ajang GIIAS 2026. "Sementara itu, peluncuran resmi beserta pengumuman harga akan dilakukan pada ajang GIIAS 2026. Jadi, kita akan bertemu lagi di GIIAS 2026," kata Ricky.
Dengan strategi ini, Wuling memberi waktu bagi pasar untuk mencerna produk sambil tetap membangun antisipasi jelang pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut.
Wuling Aira EV direncanakan menjadi model keempat dalam jajaran kendaraan listrik Wuling di Indonesia. Saat ini, pabrikan tersebut sudah memasarkan Air EV, BinguoEV, dan Cloud EV.
Kehadiran Aira EV di segmen harga di bawah Rp 200 juta akan langsung bersaing dengan model-model entry-level lain di pasar. Jika target harga tersebut tercapai, Wuling Aira EV berpotensi menjadi pilihan baru bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan modal awal lebih rendah.
Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis, varian, dan fitur unggulan Aira EV baru akan terungkap saat gelaran GIIAS 2026 mendatang.