Gubernur Koster Tinjau Sekolah Rakyat di Karangasem: Rampung 95 Persen, 74 Siswa Mulai Belajar 31 Juli 2026

Penulis: Vino Bastian  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:45:51 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 di Desa Tulamben, Karangasem, yang telah rampung 95 persen.

KARANGASEM — Sebanyak 74 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA akan memulai kegiatan belajar secara permanen di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali pada 31 Juli 2026. Kepastian itu disampaikan Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU, Ni Nengah Satriyani, saat mendampingi Gubernur Wayan Koster meninjau lokasi di Desa Tulamben, Kubu, Senin (13/7/2026).

Pengerjaan fisik sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektare milik Pemprov Bali itu kini tersisa lima persen. Fokus penyelesaian akhir meliputi asrama, dapur, dan ruang kelas.

Konsep Bangunan Hijau Tanpa AC

Sekolah ini mengusung konsep green building. Seluruh ruang kelas dirancang tanpa pendingin udara (AC), tetapi mengandalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang optimal. Gubernur Koster menegaskan akan terus memantau proses finishing agar sesuai standar.

"Titiang ingin program strategis Bapak Presiden Prabowo Subianto ini berjalan sesuai harapan dan niat baik beliau untuk masyarakat," ujar Koster. Ia dijadwalkan kembali meninjau lokasi pada akhir Juli 2026.

Fasilitas Lengkap untuk 1.080 Siswa

Sekolah ini memiliki kapasitas total 1.080 siswa yang tersebar di 18 kelas SD, sembilan kelas SMP, dan sembilan kelas SMA. Selain asrama siswa, tersedia pula rusun guru berkapasitas 52 orang, gedung serbaguna, sarana olahraga, dan tempat ibadah.

Infrastruktur dasar sudah disiapkan. Saat ini, kebutuhan air bersih dipasok dari dua sumur bor sedalam 60 meter dengan volume 1,8 liter per detik, ditambah suplai PDAM. Rencana jangka panjang pada 2027, sumber air akan diambil dari Sungai Telaga Waja. Kelistrikan ditopang gardu PLN berkapasitas 345 kVA dan genset cadangan.

Beasiswa Penuh: Laptop Gratis hingga Tes DNA Bakat

Seluruh siswa yang diterima mendapatkan fasilitas gratis total, mulai dari seragam, buku, laptop, hingga makanan bergizi tiga kali sehari. Pemprov Bali juga menyediakan cek kesehatan gratis, tes kebugaran, dan tes DNA untuk mendeteksi potensi, bakat, serta kekurangan siswa sejak dini.

Hingga saat ini, pendaftar tercatat sebanyak 19 siswa SD serta masing-masing 90 siswa untuk jenjang SMP dan SMA. Tenaga pengajar untuk SD melibatkan guru non-ASN kompeten dari Pemprov Bali. Sementara itu, guru SMP berasal dari Dinas Pendidikan Karangasem dan guru tamu dari Dinas Pendidikan Provinsi untuk jenjang SMA. Pemerintah pusat tengah melakukan rekrutmen guru tetap untuk sekolah ini dalam jangka panjang.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: balinusra.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top