BALI — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji rentang support 6.290-6.370 pada perdagangan awal pekan depan. Tekanan jual yang masih mendominasi pasar menjadi pemicu utama, seiring indeks ditutup melemah 0,33 persen ke level 6.441 pada akhir pekan lalu.
Riset MNC Sekuritas menyebutkan, pada timeframe weekly, IHSG terkoreksi 1,53 persen dengan volume perdagangan yang mengecil. Kondisi itu menandakan tekanan jual belum sepenuhnya surut meski intensitasnya berkurang.
Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG saat ini berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam. Posisi tersebut membuat indeks masih rawan menguji kembali area 6.290-6.370 dalam waktu dekat.
Berdasarkan kajian teknikal MNC Sekuritas, IHSG bergerak di antara support 6.279 dan 6.201, dengan resistance di 6.585 dan 6.633. Selama indeks mampu bertahan di atas 6.370, masih terbuka peluang penguatan ke rentang 6.541-6.581.
"Worst case, saat ini diperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6.290-6.370. Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541-6.581," tulis Riset MNC Sekuritas.
Bagi investor, rentang 6.370 menjadi level krusial yang menentukan arah pergerakan indeks dalam sepekan ke depan. Penembusan ke bawah level itu akan membuka ruang koreksi lebih dalam, sementara pertahanan di atasnya bisa menjadi titik balik menuju penguatan.
MNC Sekuritas turut mencermati sejumlah saham yang dinilai menarik dari sisi teknikal. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan trading buy setelah terkoreksi 0,79 persen ke level 6.300.
Koreksi BBCA disebut sudah berada di bawah MA60 dan posisinya diperkirakan berada di akhir wave (a) dari wave [y]. Adapun area trading buy berada di Rp 6.100-Rp 6.275, dengan target price Rp 6.475 dan Rp 6.575, serta stoploss di bawah Rp 6.050.
Saham lain yang masuk radar adalah PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan rekomendasi buy on weakness. Saham BULL bergerak flat ke Rp 390 dan disertai munculnya volume pembelian. Posisi BULL saat ini diperkirakan berada di akhir wave C dari wave (B).
Tekanan jual yang masih mendominasi pasar menjadi faktor utama di balik proyeksi koreksi lanjutan. Volume perdagangan yang mengecil mengindikasikan pelaku pasar cenderung menahan diri menunggu kejelasan arah indeks.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBCA turut mengalami koreksi, mencerminkan tekanan yang merata di pasar. Kondisi ini membuat investor perlu mencermati level support dan resistance secara disiplin sebelum mengambil posisi.
MNC Sekuritas menekankan bahwa selama IHSG bertahan di atas 6.370, peluang penguatan ke 6.541-6.581 masih terbuka. Namun jika level tersebut jebol, skenario terburuk menguji 6.290-6.370 akan menjadi kenyataan.