OTC Bali Jajaki Kerja Sama Hospitality Rusia, 70–100 Tenaga Kerja Disiapkan untuk 2027

Penulis: Vino Bastian  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:32:01 WIB
CEO OTC Bali, I Wayan Rediyasa, menyambut delegasi Rusia dalam sosialisasi program Global Hospitality di Gianyar.

GIANYAR — CEO OTC Bali, I Wayan Rediyasa, menyambut positif penjajakan kerja sama dengan Alabuga Start dalam sosialisasi program Global Hospitality bersama delegasi Rusia dan PT Citra Insan Mandiri. Kegiatan berlangsung di Politeknik Omna Trisakti Chandra (Poltek OTC) dan OTC Bali, bersamaan dengan asesmen akreditasi lembaga oleh asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Rediyasa menyebut program tersebut berpotensi memberi peserta didik kesempatan mengembangkan keterampilan, memperoleh pengalaman internasional, dan meningkatkan daya saing di dunia kerja. Kebutuhan tenaga kerja yang disampaikan pihak Alabuga Start untuk 2027 mencapai sekitar 8.000 orang, sedangkan penjajakan awal dalam kunjungan tersebut membahas peluang perekrutan 70 hingga 100 tenaga kerja di bidang hospitality.

Kebutuhan Tenaga Kerja 2027 Capai 8.000 Orang

Angka 8.000 tenaga kerja itu disampaikan pihak Alabuga Start dalam pertemuan di Gianyar. Dari jumlah tersebut, penjajakan tahap awal baru menyentuh 70 sampai 100 orang untuk sektor perhotelan dan layanan.

Rediyasa menegaskan penempatan tenaga kerja ke luar negeri harus melalui mekanisme legal dan disertai perlindungan memadai. Dukungan instansi pemerintah terkait dan keterlibatan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia berizin resmi disebutnya sebagai aspek penting pelaksanaan program.

"Kami melihat ini sebagai kesempatan luar biasa bagi anak didik kami. Harapannya, kerja sama ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang memperoleh kesempatan bekerja dan meningkatkan kesejahteraannya," ujarnya.

Rekomendasi KBRI Moskow dan Dukungan KP2MI

Program Global Hospitality mendapat rekomendasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow serta dukungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Meski begitu, aspek legalitas, persyaratan kerja, dan perlindungan peserta tetap perlu dipastikan sebelum proses penempatan dijalankan.

Perwakilan Alabuga Start, Burkhanov Aleksei, menjelaskan program ini ditujukan bagi perempuan berusia 18 hingga 22 tahun dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Peserta menggabungkan kesempatan bekerja dengan pembelajaran bahasa Rusia serta pengalaman kerja sesuai bidang penempatan.

Tujuh Kategori Pekerjaan dan Durasi Program 2–4 Tahun

Aleksei memaparkan tujuh kategori pekerjaan yang ditawarkan: katering, operator produksi, pekerjaan penyelesaian akhir (finishing works), instalasi, konstruksi, transportasi jalan, serta layanan dan perhotelan. Bidang logistik juga menjadi salah satu sektor yang dapat dimasuki peserta.

Program tersebut tidak mensyaratkan pengalaman kerja atau gelar pendidikan tertentu. Calon peserta perlu memenuhi ketentuan usia, persyaratan kesehatan, serta kesiapan bekerja dan belajar di Rusia. Durasi program bervariasi antara dua hingga empat tahun, bergantung pada bidang pekerjaan, dengan peluang melanjutkan karier secara permanen di Alabuga sesuai ketentuan yang berlaku.

Fasilitas yang ditawarkan antara lain tiket pesawat, pembelajaran bahasa Rusia, layanan medis di Rusia, serta gaji yang disebut mulai dari 700 dolar AS. Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran dan tidak perlu membayar tiket pesawat maupun kursus bahasa Rusia. Biaya pembuatan paspor, visa kerja pertama, dan pemeriksaan kesehatan tetap perlu dipersiapkan secara mandiri.

Skema Karier Empat Level dalam Dua Tahun

Direktur Operasional PT Citra Insan Mandiri, Lina Halim, menyatakan kerja sama tersebut diharapkan membuka akses bagi generasi muda Indonesia untuk bekerja sekaligus belajar di luar negeri. Menurutnya, kesempatan itu tidak hanya berorientasi pada penghasilan, tetapi juga mencakup pembelajaran budaya, pengalaman internasional, dan pengembangan kemampuan profesional.

PT Citra Insan Mandiri merupakan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang memiliki izin resmi dan menangani penempatan ke sejumlah negara. Lina menyebut adanya skema pengembangan karier dengan empat level kenaikan jenjang selama dua tahun, yang berlangsung setiap enam bulan.

"Prinsip kami, penempatan harus legal dan dilakukan secara adil. Kami ingin anak-anak mendapatkan kesempatan yang baik, bukan hanya bekerja dan memperoleh gaji, tetapi juga belajar serta mengenal dunia internasional," ujar Lina.

Ia menilai OTC Bali berpotensi menjadi mitra dalam mempersiapkan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Pemantauan Peserta Selama Bekerja di Rusia

Untuk mendukung keberlanjutan program, Rediyasa menyatakan OTC Bali akan menyiapkan mekanisme pemantauan peserta selama bekerja di luar negeri. Pemantauan direncanakan melalui sistem yang dimiliki lembaga, kajian dan evaluasi, serta supervisi langsung maupun daring.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya OTC Bali dan Poltek OTC memperkuat capaian lulusan, berbarengan dengan proses asesmen akreditasi yang sedang berjalan.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: lenteraesai.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top