Mobil Listrik Serempet 3 Motor Antre BBM di Jembrana, Polisi Sebut Pengemudi Kurang Konsentrasi

Penulis: Vino Bastian  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05:31:31 WIB
Mobil listrik serempet tiga motor yang tengah mengantre BBM di dekat SPBU Tembles, Jembrana.

JEMBRANA — Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana memastikan jumlah sepeda motor yang terserempet mobil listrik bernomor polisi DK 1855 AIZ dalam insiden di dekat SPBU Tembles sebanyak tiga unit. Angka itu sekaligus membantah kabar yang beredar di media sosial yang menyebut delapan motor terdampak.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana, Ajun Komisaris Polisi I Wayan Sugianta, menyatakan penyebab kecelakaan diduga karena pengemudi mobil kurang konsentrasi saat melintas di lokasi kejadian.

"Kurang konsentrasi (penyebabnya)," kata Sugianta, dikutip Sabtu (17/10/26).

Korban Satu Orang, Luka Lecet dan Dislokasi Jari Kaki

Dalam peristiwa tersebut, satu orang mengalami luka ringan. Korban disebut mengalami luka lecet pada kaki dan dislokasi pada jari kaki, tanpa ada korban meninggal dunia.

"Nihil (korban meninggal dunia), hanya luka lecet di kaki dan diskolasi pada jari kaki, satu orang saja," ujar Sugianta.

Korban telah mendapatkan pengobatan dan kondisinya kini dilaporkan membaik. Meski demikian, pihak kepolisian tidak membeberkan secara terperinci identitas pengemudi maupun korban dalam kecelakaan tersebut.

Tak Dilaporkan Resmi, Kedua Pihak Pilih Jalur Kekeluargaan

Polisi menyebut insiden itu tidak dilaporkan secara resmi oleh pihak-pihak yang terlibat. Korban dan pengemudi mobil listrik telah sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

"Terkait kejadian itu, korban dan terlapor sudah sepakat untuk menyelesaikan kasus laka tersebut secara kekeluargaan," ujarnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Ariasandy, membenarkan bahwa kedua belah pihak telah menyelesaikan persoalan melalui penggantian kerugian materiil.

"Dan atas kejadian tersebut tidak dilaporkan," ujar Ariasandy.

Antrean BBM di Bali dan Instruksi Penambahan Armada Kapal

Insiden di Mendoyo terjadi di tengah persoalan distribusi BBM di Bali. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya menginstruksikan PT Pertamina (Persero) menambah armada kapal pengangkut BBM untuk mengatasi masalah distribusi di wilayah tersebut.

Bahlil menyebut stok BBM nasional dalam keadaan aman. Kendala di Bali bersumber dari distribusi pengiriman BBM dari Jawa Timur ke Bali, bukan dari kekosongan pasokan.

Polres Jembrana tidak merinci lebih jauh proses penggantian kerugian yang disepakati kedua pihak. Kasus ini dinyatakan selesai di tingkat kekeluargaan tanpa proses hukum lanjutan.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top