ASTINDO Dorong Wisata Ramah Muslim, Pasar Global Capai 196 Juta Traveler

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:02:31 WIB
Ketua Umum ASTINDO Pauline Suharno menyampaikan potensi wisata ramah muslim Indonesia dalam keterangan resmi di Jakarta.

BALI — Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) menilai segmen wisata ramah muslim sebagai peluang strategis yang belum digarap maksimal oleh pelaku industri pariwisata tanah air. Data Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index 2026 mencatat 196 juta wisatawan muslim internasional pada 2025, naik 11,3 persen dari tahun sebelumnya. Untuk mendorong pertumbuhan itu, ASTINDO Muslim Friendly Travel Fair (AMTF) 2026 digelar 16-18 Oktober 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta.

Ketua Umum ASTINDO Pauline Suharno menyebut potensi Indonesia di sektor ini berjalan dua arah. Selain menjadi destinasi tujuan, Indonesia juga berperan sebagai pasar wisatawan yang ingin menjelajahi dunia.

"Indonesia memiliki potensi besar dalam ekosistem wisata ramah muslim, baik sebagai negara tujuan maupun sebagai pasar wisatawan yang ingin menjelajahi dunia," kata Pauline dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Menurut Pauline, tantangan terbesarnya bukan sekadar menyusun paket wisata. Pelaku industri perlu memastikan wisatawan memperoleh informasi yang tepat, pilihan layanan yang sesuai, serta rasa aman dan nyaman sepanjang perjalanan.

Posisi Indonesia di Pasar Wisata Muslim Global

Laporan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index 2026 memproyeksikan jumlah wisatawan muslim internasional menembus 262 juta pada 2030. Angka 196 juta pada 2025 sudah menempatkan segmen ini sebagai pasar besar, bukan lagi ceruk khusus.

Dalam indeks yang sama, Indonesia menempati peringkat kedua bersama Turkiye dan Arab Saudi sebagai destinasi ramah muslim terkemuka dunia. Posisi itu jadi modal penting untuk menarik kunjungan sekaligus memperkuat citra pariwisata nasional.

Perkembangan tersebut menunjukkan wisata ramah muslim bergeser menjadi peluang strategis bagi industri perjalanan. Pelaku usaha dituntut menghadirkan layanan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan wisatawan.

Bukan Hanya Makanan Halal dan Musala

Selain fasilitas halal dan tempat ibadah, ada sejumlah faktor lain yang menentukan pilihan perjalanan wisatawan muslim. Keselamatan, kemudahan akses informasi, pengalaman autentik, dan dukungan teknologi masuk dalam pertimbangan itu.

Bagi traveler yang merencanakan liburan keluarga, empat aspek tersebut kerap lebih menentukan dibanding harga paket. Informasi yang jelas soal ketersediaan makanan halal di destinasi, misalnya, bisa jadi pertimbangan utama sebelum berangkat.

AMTF 2026 di Kota Kasablanka

ASTINDO Muslim Friendly Travel Fair (AMTF) 2026 berlangsung 16-18 Oktober 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta. Pameran ini menghadirkan beragam pilihan paket wisata ramah muslim dari mitra industri.

Mengusung tema "Go with Comfort – Reach Your Destination", AMTF 2026 menyasar wisatawan yang ingin merencanakan perjalanan dengan lebih percaya diri. Pertimbangan yang diangkat mencakup ketersediaan makanan halal, fasilitas ibadah, dan kenyamanan selama di perjalanan.

Pauline menambahkan, pendampingan tenaga profesional membantu wisatawan menyusun rencana perjalanan yang sesuai kebutuhan masing-masing. Dukungan mitra industri disebutnya memperluas jangkauan pilihan paket yang tersedia.

Pameran ini diharapkan mendekatkan wisata ramah muslim kepada masyarakat Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan. Bagi traveler yang ingin membandingkan paket langsung dari sejumlah agen, ajang ini jadi tempat yang praktis untuk memulai riset perjalanan.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top