DENPASAR — Kunjungan Bahlil ke terminal bahan bakar di Denpasar itu dilakukan untuk menindaklanjuti sekaligus mengoordinasikan penanganan hambatan pasokan BBM yang sempat terjadi di Bali. Rapat koordinasi di lokasi turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali, Kapendam, serta jajaran direksi dan manajemen PT Pertamina (Persero).
Bahlil menegaskan kondisi ketahanan BBM nasional berada dalam posisi aman. Karena itu, penguatan stok di Bali tidak diambil dengan memangkas jatah wilayah tetangga.
"Saya baru habis evaluasi semuanya, cadangan nasional kita di atas 16–17 hari. Secara overall tidak ada sesuatu yang harus kita khawatirkan secara cadangan nasional," ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, gangguan pasokan yang sempat terjadi di Bali bukan akibat penurunan kuota atau kelangkaan stok nasional. Penyebabnya kendala teknis pengiriman di jalur laut.
"Menurut laporan dari Pertamina, itu kan karena terjadinya keterlambatan kapal sandar. Tapi kuotanya tidak dikurangi," ujar Bahlil di Denpasar, Senin (19/10/2026).
Ia menyebut kendala di Bali kini telah berhasil diurai. Evaluasi distribusi juga mencakup dinamika di sejumlah wilayah lain, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.
Direktur Utama Pertamina melaporkan tantangan distribusi akibat cuaca mendadak yang memicu pendangkalan air sungai di sejumlah jalur pengiriman armada kapal. Kapal berukuran besar tidak bisa masuk ke jalur yang terdampak.
"Ada beberapa wilayah yang tadinya kita distribusi menggunakan kapal sungai. Sekarang sebagian sungai mengalami pendangkalan akibat cuaca. Kapal berflotasi besar tidak bisa masuk, sehingga kita alihkan menggunakan transportasi darat. Ini memang memakan waktu, tetapi kami memaksimalkan armada agar kebutuhan warga tetap terpenuhi," papar Bahlil.
Pengalihan moda angkut itu membuat waktu pengiriman lebih panjang. Pemerintah dan Pertamina memilih menambah armada darat ketimbang membiarkan stok di daerah tertinggal.
Bahlil menegaskan penambahan kuota Bali tidak mengganggu suplai ke Jawa Timur maupun DIY. Fokus utama pemerintah dan Pertamina saat ini memperlancar mata rantai logistik dan memperkuat armada pengangkutan darat.
"Sekarang fokus kita adalah pada jalur distribusinya. Logistik dari satu kota ke kota lain ini yang saya minta kepada Pertamina untuk ditambah armadanya," pungkas Bahlil.
Penambahan armada darat menjadi kunci bagi daerah yang jalur sungainya tidak lagi bisa dilalui kapal besar. Bagi warga Bali, kepastian kuota yang tidak dipotong berarti pasokan di SPBU tidak bergantung pada pengurangan jatah provinsi lain.