BALI — Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menyebut kopi hitam memang berkaitan dengan potensi umur panjang, tetapi bukan lewat cara instan. Manfaat itu muncul karena kopi menekan rasa lapar sementara dan sedikit mendorong laju metabolisme, sehingga risiko obesitas dan penyakit metabolik ikut turun.
Kopi hitam selama ini dikenal luas sebagai minuman dengan beragam manfaat, mulai dari membantu memangkas berat badan hingga dikaitkan dengan potensi memperpanjang usia. Pertanyaannya, sejauh mana klaim itu berdasar medis?
Menurut dr Yaze, kopi membuat rasa lapar tertahan untuk sementara waktu. Efek inilah yang membuat seseorang cenderung tidak mengambil makanan atau camilan sembarangan karena sudah merasa kenyang.
"Sebenarnya karena dikaitkan kopi yang bikin lebih lama laparnya, seperti tertahan sementara. Jadi akhirnya kita juga enggak ngambil makanan atau camilan sembarangan karena ngerasa sudah kenyang," kata dr Yaze.
Ia menambahkan, orang yang sudah merasa kenyang biasanya berhenti mengambil makanan sembarangan. Pola ini yang kemudian membantu menjaga asupan kalori harian tetap lebih terkendali.
Kandungan kafein di dalam kopi juga memberi dorongan pada laju metabolisme. Menurut dr Yaze, efeknya memang tidak besar, tetapi cukup membantu pembakaran kalori berjalan sedikit lebih cepat.
"Kopi juga ngebantu untuk meningkatkan laju metabolisme sedikit, jadi akhirnya dia bisa membantu pembakaran kalorinya agak lebih cepat walaupun cuma sedikit," bebernya.
Dari situ, rangkaian manfaatnya bersambung: berat badan lebih mudah turun, lalu risiko penyakit metabolik ikut menurun. "Dengan begitu, berarti dia membantu juga untuk menurunkan berat badan. Akhirnya dia menurunkan risiko penyakit metabolik, intinya menurunkan sekian persen," terang dr Yaze.
Penjelasan dr Yaze menempatkan kopi sebagai salah satu faktor pendukung, bukan penentu tunggal. Efek menahan lapar dan mempercepat metabolisme hanya berkontribusi kecil pada upaya menjaga berat badan.
Artinya, klaim kopi bikin panjang umur perlu dibaca dalam konteks pengelolaan berat badan dan pencegahan penyakit metabolik. Tanpa pola makan dan aktivitas fisik yang baik, manfaat kecil dari kopi mudah hilang.
Bagi ibu yang rutin mengasuh anak dan sering tergoda ngemil di sela kesibukan, kopi hitam bisa jadi pengganjal rasa lapar sementara. Namun, tambahan gula dan krimer berlebihan justru bisa membalik manfaatnya.
Konsumsi kopi juga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Ibu yang sedang hamil, menyusui, atau punya riwayat asam lambung dan jantung sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menjadikannya kebiasaan harian.
Kopi hitam tanpa tambahan gula tetap jadi pilihan paling aman untuk menikmati efeknya. Batasi konsumsi agar tidak mengganggu waktu tidur, terutama bagi ibu yang malamnya masih harus terbangun untuk si kecil.