Pencarian

Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Anyarsari Jembrana

Rabu, 06 Mei 2026 • 11:26:57 WIB
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Anyarsari Jembrana
Bangkai paus sperma sepanjang 15 meter ditemukan mati terdampar di Pantai Anyarsari, Jembrana.

JEMBRANA — Aparat kepolisian bersama TNI AL memperketat penjagaan di pesisir Pantai Anyarsari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Langkah ini diambil menyusul temuan bangkai paus sperma raksasa yang menjadi tontonan ratusan warga setempat sejak Selasa sore.

Kapolsek Melaya, Komisaris Polisi (Kompol) I Ketut Sukadana, mengonfirmasi bahwa bangkai mamalia laut tersebut akan segera ditangani secara medis. Pemeriksaan menyeluruh oleh tim dokter hewan dijadwalkan berlangsung esok hari untuk mengungkap penyebab pasti kematian satwa dilindungi tersebut.

"Besok bangkai paus ini akan kami kubur setelah pemeriksaan menyeluruh dari dokter hewan untuk menganalisa penyebab kematiannya," kata Sukadana di lokasi kejadian, Selasa malam.

Rencana Autopsi dan Penguburan di Lokasi Pantai

Penanganan cepat menjadi prioritas otoritas setempat guna menghindari risiko pembusukan yang dapat mengganggu kenyamanan warga. Identifikasi awal menunjukkan paus tersebut berjenis kelamin betina dengan ukuran panjang mencapai 15 meter.

Rencananya, proses penguburan akan dilakukan langsung di titik lokasi penemuan dengan bantuan alat berat. Langkah ini diambil untuk meminimalisir kendala logistik mengingat ukuran bangkai yang sangat besar serta menghindari bau busuk yang menyengat jika proses evakuasi tertunda.

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) AKP Putu Suparta menegaskan, personel gabungan akan terus berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif. Petugas mengimbau warga agar tidak menyentuh atau mendekati bangkai demi alasan kesehatan dan keamanan.

Kronologi Penemuan Paus oleh Warga Setempat

Fenomena ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama I Putu Pulasari sekitar pukul 14.00 WITA. Saat ditemukan, posisi paus berada sekitar 100 meter dari garis pantai dalam kondisi yang sempat diduga masih hidup oleh warga yang melihat.

Saksi mata menyebutkan tubuh paus sempat terlihat bergerak-gerak saat air masih cukup tinggi. Namun, seiring dengan surutnya air laut, pergerakan paus tersebut berhenti total. Saat didekati petugas, paus sudah dalam kondisi mati dengan posisi kepala menghadap ke arah laut.

Hingga Selasa malam, ratusan warga masih memadati area pantai untuk melihat bangkai paus tersebut dari dekat. Personel dari Polsek Melaya, Polairud, dan TNI AL tetap disiagakan di lokasi guna mengatur kerumunan massa hingga proses penguburan selesai dilakukan.

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks