BALI — Frore Systems memperkenalkan LiquidJet Diamond, teknologi pendingin cair untuk GPU dan akselerator AI kelas enterprise yang mengintegrasikan lapisan berlian di dalam coldplate. Frore mengklaim sistem ini mampu meningkatkan efisiensi hingga 35% dalam menghasilkan token AI per watt dibandingkan coldplate konvensional. Teknologi ini menyasar operator data center AI yang terus menekan biaya operasional di tengah lonjakan konsumsi daya chip generasi baru.
LiquidJet Diamond merupakan pengembangan dari sistem LiquidJet yang memakai desain pendinginan bertingkat dengan jalur cairan sangat pendek. Versi terbaru menambahkan lapisan penyebar panas berbahan berlian pada bagian bawah coldplate untuk mempercepat distribusi panas ke seluruh permukaan.
Frore menegaskan material yang dipakai bukan "berlian cair". Lapisan berlian padat ditempatkan sebagai penghantar panas, bukan sebagai fluida pendingin.
Berapa Besar Penurunan Suhu yang Diklaim
Menurut Frore, penambahan lapisan berlian itu dapat menurunkan suhu hingga 10 derajat Celsius dibandingkan LiquidJet sebelumnya. Material berlian dipilih karena konduktivitas termalnya yang tinggi, sehingga panas dari titik-titik terpanas chip bisa disalurkan lebih efektif.
Frore mengklaim sistem ini sanggup menangani kepadatan panas hingga 770 W/cm². Dibandingkan coldplate konvensional, perusahaan menyebut efisiensi perpindahan panasnya meningkat 75% dan kemampuan pendinginan hotspot lebih dari 150%.
Dampak ke Biaya Operasional Data Center AI
Pendinginan yang lebih efektif membantu GPU mempertahankan performa sekaligus mengurangi energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan token AI. Frore menyebut LiquidJet Diamond berpotensi meningkatkan efisiensi token per watt sebesar 30–35%.
Angka itu berarti biaya operasional data center bisa ditekan. Bagi operator yang menjalankan ribuan GPU secara bersamaan, selisih efisiensi sebesar itu berdampak langsung ke tagihan listrik dan kapasitas daya yang tersedia.
Uji Demonstrasi dengan NVIDIA Rubin 2.300 Watt
Frore Systems berencana mendemonstrasikan teknologi ini di OCP 2026 menggunakan NVIDIA Rubin dengan konsumsi daya 2.300 watt. Konsumsi daya sebesar itu menempatkan Rubin di kelas chip yang paling menantang dari sisi pembuangan panas.
Jika performanya sesuai klaim, LiquidJet Diamond berpeluang menjadi alternatif bagi data center AI yang selama ini bergantung pada pendinginan konvensional. Pendekatan konvensional dinilai semakin menguras sumber daya alam seiring naiknya kepadatan daya chip akselerator.
Frore belum mengumumkan jadwal ketersediaan komersial maupun mitra produksi untuk LiquidJet Diamond.