Pencarian

Dokter Spesialis Mata di Denpasar Imbau Cek Mata Rutin Mulai Usia 40 Tahun untuk Deteksi Dini Katarak

Senin, 12 Oktober 2026 • 13:01:01 WIB
Dokter Spesialis Mata di Denpasar Imbau Cek Mata Rutin Mulai Usia 40 Tahun untuk Deteksi Dini Katarak
Dokter spesialis mata di Denpasar mengimbau pemeriksaan mata rutin sejak usia 40 tahun.

DENPASAR — Katarak sering dianggap penyakit yang hanya menimpa kelompok lanjut usia. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Dokter Spesialis Mata Konsultan dr. Ni Kompyang Rahayu, Sp.M(K) menyebut katarak bisa dialami usia lebih muda, bahkan bayi.

Karena itu, ia menyarankan pemeriksaan mata rutin setiap satu hingga dua tahun sekali begitu menginjak usia 40 tahun. Pemeriksaan tetap perlu dilakukan meski mata terasa normal dan tidak ada keluhan berarti.

Pandangan Kabur hingga Mudah Silau Jadi Tanda Awal

Gejala katarak berkembang bertahap. Awalnya penglihatan perlahan mengabur, lalu mata menjadi sensitif terhadap cahaya atau silau. Keluhan itu muncul tanpa disadari karena prosesnya berjalan lambat.

"Pertama dari keluhan, pasien akan merasa pandangan kabur, semakin lama semakin kabur dan tidak nyaman, lalu gampang silau. Itu salah satu tandanya," ujar dr. Rahayu.

Katarak terjadi akibat perubahan struktur lensa mata. Lensa yang semula jernih transparan berangsur menjadi keruh. Proses ini mirip perubahan warna rambut yang memutih seiring bertambahnya usia.

"Dengan bertambahnya usia, lensa itu akan menjadi keruh. Sama kayak kita punya rambut, awalnya hitam kemudian jadi putih. Lensa juga seperti itu, awalnya jernih kemudian menjadi keruh karena proses aging. Namun, tidak cuma usia, ada juga katarak yang dialami usia lebih muda atau bayi," jelasnya.

Mengapa Usia 40 Tahun Jadi Patokan Pemeriksaan

Gejala klinis katarak umumnya baru mengganggu secara signifikan pada kisaran usia 50 tahun ke atas. Kondisi itu membuat banyak penderita datang berobat saat katarak sudah cukup matang.

Deteksi lebih awal memberi ruang penanganan sebelum fungsi penglihatan turun lebih jauh. Pemeriksaan berkala juga membantu dokter memetakan apakah ada masalah lain pada mata.

"Jadi kalau sudah umur mulai 40 tahun, walaupun belum ada keluhan, sebaiknya matanya dicek. Kira-kira setahun atau dua tahun sekali itu sudah cukup untuk cek. Kalau dokter mengatakan normal, kita bisa ulang tiap dua tahun. Tapi kalau ada

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: balikonten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks