DENPASAR — Rapat koordinasi di Rumah Jabatan Jayasabha itu dihadiri Sales Area Manager Retail Bali PT Pertamina Patra Niaga Alam Kanda Winali, perwakilan Hiswana Migas, serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan. Pemanggilan dilakukan setelah antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU. Koster menilai persoalan ini menyangkut kebutuhan energi warga dan sektor pariwisata sekaligus.
Instruksi Koster: Distribusi dan Stok Harus Diperketat
Dalam instruksinya, Koster meminta Pertamina bergerak cepat mengoptimalkan pola distribusi dan memperkuat stok dari Terminal BBM ke SPBU-SPBU. Ia menegaskan pengelolaan BBM di Bali harus dilakukan secara ketat.
"Pengelolaan BBM di Bali agar dilakukan secara ketat. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas Bali di mata masyarakat dunia," tegas Koster.
Gubernur berharap proses penyaluran segera kembali normal sehingga warga Bali tidak lagi menghadapi antrean mengular untuk mendapatkan BBM.
Konsumsi Pertalite Bali Capai 2.200 Kiloliter per Hari
Alam Kanda Winali menyampaikan pihaknya terus mengoptimalkan penyaluran setelah kapal pengangkut BBM bersandar. Rata-rata konsumsi harian BBM jenis Pertalite di Bali saat ini sekitar 2.200 kiloliter (kL) per hari.
Angka itu menjadi acuan utama Pertamina dalam menentukan prioritas penyaluran di lapangan. Menurut Alam, penyaluran dioptimalkan begitu pasokan dari kapal tersedia.
Kapal BBM Bersandar Bertahap 12, 14, dan 16 Oktober 2026
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan, untuk menjamin kesinambungan pasokan, Pertamina menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026. Kapal-kapal itu bersandar melalui Terminal BBM Sanggaran dan Terminal BBM Manggis.
"Jadwal kedatangan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasokan tetap terjaga dan kebutuhan BBM masyarakat Bali terpenuhi. Total muatan yang disiapkan mencapai 26.200 kL," ujar Ahad.
Pertamina Percepat Bongkar Muatan di Dua Terminal
Pertamina Patra Niaga berkomitmen mempercepat proses pembongkaran muatan (discharge) dari armada kapal tanker. Evaluasi kebutuhan di tiap wilayah juga diintensifkan agar ketersediaan BBM di seluruh SPBU Bali segera pulih sepenuhnya.
Langkah percepatan itu menyasar dua terminal utama, yakni Sanggaran dan Manggis, yang menjadi pintu masuk pasokan BBM ke Bali. Dengan begitu, distribusi ke SPBU di kabupaten dan kota diharapkan kembali normal dalam waktu dekat.