BANGLI — Kedatangan Gubernur Bali Wayan Koster disambut hangat krama pengempon pura. Turut hadir Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, anggota DPRD Provinsi Bali Nyoman Budiutama, dan anggota DPRD Bangli Sang Nyoman Wijaya.
Koster menyampaikan bahwa masa jabatannya tidak panjang lagi. Karena itu, ia memilih memfokuskan sisa waktu untuk merealisasikan program yang telah direncanakan.
"Masa jabatan saya tidak panjang. Saya fokus manfaatkan sisa jabatan yang diamanahkan warga Bali ini untuk benar-benar membangun Bali, agar program-program yang saya rencanakan bisa terwujud dengan sukses, bisa bermanfaat untuk membangun Bali," tegas Koster.
Prioritaskan Kunjungan ke Wilayah yang Belum Dijangkau
Padatnya agenda pemerintahan membuat Koster belum bisa memenuhi semua undangan kegiatan adat, agama, dan budaya. Namun, ia berupaya memprioritaskan kehadiran di wilayah yang belum pernah dikunjungi.
"Untuk daerah-daerah yang belum pernah saya kunjungi, saya selalu upayakan untuk hadir. Karena saya juga berprinsip harus bisa bertatap muka langsung dengan warga Bali," ujarnya.
Menurut Koster, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar memenuhi undangan. Momentum itu dipakai untuk mesimakrama, menyerap aspirasi, dan melihat langsung kondisi warga.
"Hadir dalam undangan ini membuat saya secara tidak langsung bisa melihat bagaimana pertanian, tegalan, kerajinan, hingga ekonomi masyarakat yang saya lewati dalam perjalanan menuju ke sini," katanya.
Rangkaian Karya Berlangsung Tiga Bulan, Diikuti 120 Kepala Keluarga
Kelihan Dadia Gelgel Aan Manikaji Made Kuat berterima kasih atas kehadiran Gubernur. Ia menjelaskan, dadia ini beranggotakan 120 kepala keluarga.
Rangkaian karya dimulai sejak Agustus 2026, dengan puncak karya pada 14 Oktober 2026. Upacara Penyineban akan menutup seluruh rangkaian pada 27 Oktober 2026.
"Atas nama seluruh anggota dadia, kami sampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur dalam pelaksanaan karya ini," ujar Made Kuat.
Antrean BBM di Denpasar dan Badung Mulai Berkurang
Dalam kesempatan yang sama, Koster menyampaikan perkembangan penanganan distribusi BBM di Bali. Berdasarkan informasi yang ia terima, stok BBM untuk kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman.
Pemprov Bali terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait untuk mempercepat penyaluran BBM dari depo ke SPBU. Langkah percepatan itu disebut mulai membuahkan hasil.
Antrean di sejumlah SPBU, khususnya di Denpasar dan Badung, berkurang dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Koster mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan menjalankan aktivitas seperti biasa.