KLUNGKUNG — Kondisi SPBU Besang di Semarapura Tengah pada sekitar pukul 06.30 Wita menunjukkan antrean yang tertib. Sekitar empat belas sepeda motor berpelat ganjil mengantre dan cepat mendapat giliran pengisian. Di jalur BBM nonsubsidi jenis Pertamax, belasan kendaraan berpelat genap juga mengantre tanpa hambatan berarti.
Budiarta (34), warga Klungkung, mengaku lega bisa kembali mengisi bahan bakar dengan cepat. Ia menyampaikan hal itu kepada detikBali sambil tersenyum.
"Selamat tinggal antrean panjang," kata Budiarta.
Dari Lima Jam Menunggu jadi Lima Menit Isi Tangki
Sebelum aturan ganjil genap berlaku, Budiarta dan warga lain harus berjibaku menunggu lima sampai enam jam di SPBU. Kondisi itu membuat aktivitas harian terganggu, termasuk urusan pekerjaan.
"Sebelumnya sampai tidak bisa kerja. Sekarang semua tangki dengan mudah terisi. Semoga kelangkaan BBM tidak terjadi lagi," ujarnya.
Keluhan serupa sebelumnya juga dirasakan warga di sejumlah SPBU lain di Bumi Serombotan. Kini lalu lalang kendaraan di sekitar SPBU kembali normal seperti sebelum antrean panjang terjadi.
Aturan Ganjil Genap Berlaku 17-19 Oktober
Penerapan aturan ganjil genap pembelian BBM berlangsung dari 17 sampai 19 Oktober. Kebijakan itu diberlakukan untuk menekan antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU di Klungkung.
Hingga Senin pagi, belum diketahui apakah aturan ganjil genap akan terus diterapkan atau dihentikan. Pemerintah belum memberi keterangan resmi soal kelanjutan kebijakan tersebut jika antrean pengisian BBM kembali pulih.
Warga berharap pasokan BBM di Klungkung tetap stabil setelah aturan ganjil genap berakhir. Antrean panjang yang sempat membuat warga menunggu berjam-jam menjadi keluhan utama selama beberapa hari terakhir.