BANGLI — Sebanyak 150 kader Posyandu dari 15 banjar di Desa Songan A mengikuti asistensi yang digelar Tim Pembina Posyandu Pusat bersama Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali. Dalam forum itu, Ny. Putri Koster menyebut lingkungan bersih bukan sekadar soal kenyamanan. Kebersihan, katanya, berpengaruh langsung terhadap kesehatan fisik dan mental warga.
Kepedulian terhadap kebersihan perlu dibangun sebagai kebiasaan bersama, dimulai dari lingkungan keluarga. "Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat," ujar Putri Koster di hadapan para kader.
Pemilahan Sampah Dimulai dari Rumah
Putri Koster secara khusus menyoroti pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya sejak dari sumber. Pengelolaan sampah yang baik dinilai sebagai langkah nyata mencegah pencemaran lingkungan dan meminimalkan risiko penyakit.
Ia juga mendorong para orang tua menanamkan kesadaran menjaga kebersihan kepada anak-anak sejak dini. Harapannya, kebiasaan itu tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kampanye sesaat.
Persoalan sampah, menurut Putri Koster, tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Dampaknya merambah ke kelestarian lingkungan, kehidupan masyarakat, hingga kebudayaan Bali. Karena itu, penerapan kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan plastik sekali pakai perlu terus diperkuat.
Kader Posyandu ditempatkan sebagai ujung tombak penguatan kebijakan tersebut di tingkat banjar dan desa.
Bali Dinilai Lebih Maju dalam Enam Bidang SPM Posyandu
Plt. Sekretaris Umum Tim Pembina Posyandu Pusat, Safriati Safrizal, menilai kebersihan lingkungan sebagai modal utama menjaga daya tarik Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Kenyamanan dan kesehatan lingkungan, menurutnya, turut memengaruhi keputusan wisatawan berkunjung.
Citra Bali sebagai destinasi unggulan harus didukung kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari sampah plastik sekali pakai. Jika kebersihan tidak terjaga, kenyamanan wisatawan menurun dan citra pariwisata ikut terdampak.
Safriati menyampaikan apresiasi kepada Provinsi Bali atas pelaksanaan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Posyandu. Bali dinilai menunjukkan kemajuan dibanding sejumlah daerah yang belum menjalankan keenam bidang SPM secara menyeluruh.
Meski begitu, ia mengingatkan pelaksanaan SPM jangan dilakukan secara kaku. Posyandu diharapkan mengembangkan kegiatan pemberdayaan yang sesuai kebutuhan, karakteristik, dan potensi wilayah masing-masing, tanpa mengesampingkan pelayanan dasar.
Pelatihan Pemandu Wisata hingga Fotografi untuk Generasi Muda
Khusus Bali, Safriati mencontohkan pemberdayaan masyarakat bisa diarahkan ke pelatihan keterampilan bagi generasi muda. Mulai dari pelatihan pemandu wisata, fotografi, hingga peningkatan kemampuan bahasa asing.
"Pengembangan kegiatan tersebut kami harapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sesuai dengan potensi ekonomi daerah," ujarnya.
Safriati juga menekankan penguatan pendataan oleh kader Posyandu. Data yang dihimpun perlu direkapitulasi, diperbarui, dan ditindaklanjuti lewat koordinasi antarsektor agar kebutuhan masyarakat pada enam bidang SPM teridentifikasi menyeluruh.
Kader didorong menerapkan pendekatan jemput bola dengan mendatangi warga langsung. Langkah ini penting menjangkau masyarakat dengan keterbatasan akses layanan, termasuk warga sakit, kelompok rentan, dan mereka yang belum memahami mekanisme penyampaian kebutuhan.
Safriati berharap kader Posyandu meningkatkan kreativitas, keaktifan, dan inovasi. Kader tidak cukup menunggu laporan, tetapi aktif membangun komunikasi dan berkunjung dari rumah ke rumah agar tak ada warga terabaikan.
Sanitasi Komunal Desa Songan A Dibangun November 2026
Rangkaian kunjungan kerja itu ditutup dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas sanitasi komunal di Kantor Desa Songan A. Pembangunan fasilitas tersebut mendukung peningkatan kualitas sanitasi lingkungan dan penyediaan sarana penunjang kegiatan masyarakat, termasuk pelayanan Posyandu.
Pembangunan fasilitas sanitasi komunal direncanakan mulai dilaksanakan pada November 2026. Keberadaannya diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat setempat sekaligus menunjang kegiatan Posyandu di Desa Songan A.