MANGUPURA — Pemerintah Kabupaten Badung mengucurkan anggaran Rp16,7 miliar untuk merevitalisasi lima desa wisata pada tahun anggaran 2026. Program ini merupakan bagian dari penguatan pariwisata berbasis masyarakat sekaligus implementasi kebijakan nasional yang menjadikan desa wisata sebagai prioritas sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Badung, AA Putri Mas Agung, mengatakan bahwa masing-masing desa mendapatkan penataan yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan. “Bentuk penataan di masing-masing desa disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik kawasan,” katanya, Selasa (28/7/2026).
Setiap desa memiliki fokus pembangunan yang berbeda. Di Desa Wisata Kapal, proyek mencakup Monumen Siat Tipat, Patung Patih, Patung Kebo Iwa, patung kuda, serta penataan area sekitar.
Sementara itu, Desa Wisata Petang akan dibangun candi bentar, tembok penyengker, dinding penahan tanah, Bale Saka Pat, gedung pengelola, toilet umum, pos informasi, area parkir, dan penataan kawasan. Desa Wisata Munggu mendapat alokasi untuk taman, area parkir, planter, panggung, tembok penyengker, dan candi bentar.
Untuk Desa Wisata Bongkasa Pertiwi, fasilitas yang dibangun meliputi ruang ganti, Bale Saka Pat, ruang tunggu, Bale Gong, los, tempat melukat, kolam perendaman, kolam ikan, serta penataan kawasan Pura Taman Beji Tirta beserta fasilitas penunjangnya. Sedangkan di Desa Wisata Pangsan, revitalisasi mencakup pembangunan gazebo, kantor pengelola, patung, tempat suci, penataan halaman, lanskap, dan pembenahan gapura.
AA Putri Mas Agung menekankan bahwa program ini bertujuan agar manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata dapat dirasakan langsung oleh warga desa. “Melalui pengembangan ini, manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa,” ujarnya.
Saat ini Kabupaten Badung memiliki 18 desa wisata yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Badung Nomor 22 Tahun 2021. Pemerintah berharap peningkatan infrastruktur di lima desa tersebut mampu memperkuat daya tarik wisata dan meningkatkan daya saing destinasi berbasis masyarakat.
Seluruh proyek revitalisasi masih berada pada tahap proses pengadaan barang dan jasa. Setelah tahapan tersebut selesai, pembangunan fisik akan segera dilaksanakan.