Mobil Klasik Era 1930-an Dipadukan Tenun Endek di Gianyar, Dekranasda Bali Harap Bali Jadi Kiblat Mode Dunia

Penulis: Vino Bastian  •  Senin, 21 September 2026 | 08:01:31 WIB
Mobil klasik era 1930-an dipamerkan pada Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 di Tuksedo Studio, Gianyar, Jumat (19/9/2026).

GIANYAR — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster menyampaikan apresiasi penuh atas penyelenggaraan Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026. Acara berlangsung di Tuksedo Studio, Gianyar, pada Jumat (19/9/2026). Menurutnya, perpaduan kreativitas otomotif dan fesyen itu sukses menghadirkan ruang strategis bagi desainer lokal.

Ruang tersebut dipakai untuk mengangkat kain tenun endek serta kain tradisional khas Bali lainnya ke kancah global. Putri Koster menegaskan penguatan ekosistem fesyen Bali harus berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya.

Dorongan agar Bali Disebut Sebagai Kiblat Mode Dunia

Dalam sambutannya, Putri Koster meminta agar gaung tenun tradisional terus diperkuat. Ia menilai Bali punya modal budaya yang cukup untuk bersaing di panggung mode internasional.

"Teruslah digaungkan, angkat juga kearifan tenun tradisional kita, hingga suatu saat Bali tidak hanya terkenal karena tariannya, tidak hanya terkenal dengan tembangnya, tetapi suatu saat nanti Bali bisa menjadi kiblat mode dunia selain negara-negara di Eropa," ujar Putri Koster.

Ia menekankan pengembangan industri fesyen tidak bisa dicapai secara instan. Dibutuhkan proses panjang, konsistensi, dan kolaborasi dari berbagai pihak.

Perluasan ruang berkarya dan promosi dinilai krusial. Tujuannya agar desainer lokal beserta kain tradisional Bali semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

Contoh Desainer Bali yang Tembus Paris dan Jepang

Sebagai motivasi, Putri Koster mencontohkan kesuksesan desainer Bali, Nyoman Adi, melalui label TAKSU. Karya desainer tersebut sudah dibawa ke panggung fesyen bergengsi di Paris dan Jepang.

Contoh itu menunjukkan produk berbasis kain tradisional bisa menembus pasar global bila dikemas dengan pendekatan yang tepat. Dekranasda berharap semakin banyak perajin dan desainer mengikuti jejak serupa.

Mobil First Lady, Karya Klasik yang Dirancang di Bali

CEO Tuksedo Studio Pudji Handoko menjelaskan ajang Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 juga menjadi momentum penting bagi peluncuran mobil First Lady. Kendaraan istimewa tersebut dirancang langsung di Bali.

Mobil ini mengusung konsep klasik era 1930-an yang dipadukan dengan sentuhan gaya Art Deco. Peluncurannya dikemas bersama peragaan busana karya desainer lokal yang memanfaatkan kain tenun endek Bali.

Kolaborasi lintas bidang antara otomotif dan fesyen ini diharapkan mendongkrak daya saing perajin. Dekranasda Provinsi Bali juga berharap langkah tersebut memperluas pasar perajin sekaligus menjadikan Bali sebagai salah satu pusat mode dunia berbasis kekayaan budaya lokal.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: kabarnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top