BADUNG — Wisuda ke-XI OTC Bali bukan sekadar seremoni kelulusan. Sebanyak 1.250 mahasiswa dilepas setelah menempuh pendidikan vokasi yang dirancang link and match dengan kebutuhan industri global, berlangsung di BNDCC, Kuta Selatan.
Founder & CEO OTC Bali, I Wayan Rediyasa, S.E.M.Tr.Par., menyatakan pihaknya terus mengembangkan model pendidikan vokasi yang menyiapkan lulusan masuk pasar kerja luar negeri. Jalur penempatan dibuka lewat kemitraan dengan P3MI resmi, antara lain PT Millennium Muda Mandiri dan PT Pussat.
Taiwan disebut sebagai salah satu negara tujuan yang paling siap. Rediyasa menyebut syaratnya hanya kesehatan dan catatan kriminal yang bersih.
"Bagi mahasiswa yang ingin ke Taiwan, kecuali sakit dan kriminal, kami pastikan bisa join ke Taiwan dengan kuota minimal 18 juta per bulan. Ini luar biasa selama satu tahun mereka di sana," kata Rediyasa dalam sambutannya.
Angka itu menjadi daya tarik tersendiri bagi lulusan vokasi yang ingin mempercepat peningkatan penghasilan. Namun OTC Bali tidak memerinci berapa banyak lulusan yang sudah menerima kepastian penempatan ke Taiwan.
Selain Taiwan, OTC Bali mengklaim telah menjajaki jalur penempatan ke Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Hong Kong. Untuk AS, Rediyasa menyebut potensi pendapatan minimal Rp 50 juta per bulan.
Klaim tersebut belum disertai rincian jenis pekerjaan, sektor industri, maupun jumlah kuota yang tersedia di masing-masing negara. OTC Bali juga belum membeberkan berapa lama proses penempatan berjalan sejak lulusan dinyatakan wisuda.
Dari 1.250 lulusan yang dilepas, belum ada data resmi soal jumlah yang telah menandatangani kontrak kerja. OTC Bali menyebut penempatan dilakukan bertahap sesuai pemenuhan syarat administrasi dan kesehatan masing-masing lulusan.
Politeknik Omna Trisakti Chandra (Poltek OTC) menjadi mitra dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi ini. Kolaborasi keduanya menempatkan penempatan kerja internasional sebagai indikator utama keberhasilan, bukan hanya jumlah lulusan.
Bagi calon peserta berikutnya, OTC Bali membuka peluang serupa dengan catatan kelayakan kesehatan dan rekam jejak hukum menjadi syarat mutlak sebelum berangkat. Informasi kuota dan jadwal keberangkatan belum diumumkan dalam wisuda kali ini.