Pencarian

Bupati Buleleng Dorong 573 Koperasi Bertransformasi Digital, 80 Persen Sudah Terapkan Layanan Digital

Minggu, 26 Juli 2026 • 15:01:32 WIB
Bupati Buleleng Dorong 573 Koperasi Bertransformasi Digital, 80 Persen Sudah Terapkan Layanan Digital

BULELENG — Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menekankan pentingnya digitalisasi dalam tata kelola koperasi. Menurutnya, di era digital, koperasi harus memiliki sumber daya manusia yang kompeten agar mampu menjalankan pelayanan secara efektif, efisien, dan profesional. “Peluang koperasi saat ini sangat besar. Pengurus harus memiliki jiwa entrepreneur, mampu memetakan potensi di wilayahnya, membina anggota, serta memanfaatkan digitalisasi agar koperasi semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya di hadapan pengurus koperasi se-Buleleng.

Jumlah Koperasi Aktif Capai 486 Unit

Dari 573 koperasi yang terdaftar di Buleleng, sebanyak 486 unit dinyatakan aktif. Sebanyak 87 koperasi lainnya masih belum beroperasi. Bupati Sutjidra berharap koperasi yang belum aktif dapat segera bangkit sehingga mampu memberikan manfaat bagi anggotanya. “Ini merupakan kekuatan besar untuk menggerakkan perekonomian daerah,” katanya.

Dorong Sinergi dengan Ribuan UMKM Lokal

Bupati asal Desa Bontihing itu juga mendorong koperasi untuk menjalin kolaborasi dengan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh Buleleng. Sinergi itu diyakini dapat memperluas pasar produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa. “Potensi ini akan semakin kuat apabila koperasi mampu berkolaborasi dengan UMKM,” imbuhnya.

80 Persen Koperasi Sudah Mulai Digitalisasi

Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Buleleng Nengah Tenaya mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen koperasi di kabupaten ini telah mulai menerapkan digitalisasi layanan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota. “Kami melihat kesadaran digital sudah tinggi, tinggal bagaimana meningkatkan kapasitas SDM pengurus,” kata Tenaya.

Koperasi Merah Putih: Mitra, Bukan Pesaing

Terkait kehadiran program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Tenaya menegaskan bahwa program tersebut tidak menjadi pesaing koperasi yang telah ada. Menurutnya, Koperasi Merah Putih justru menjadi mitra dalam memperkuat gerakan koperasi di tingkat desa. “Kalau di desa sudah ada koperasi simpan pinjam, maka Koperasi Merah Putih dapat bergerak di sektor riil. Prinsipnya saling melengkapi,” jelasnya.

Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Buleleng juga menjadi momentum evaluasi bagi pengurus koperasi. Bupati Sutjidra menekankan bahwa koperasi harus berdaya saing dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota serta masyarakat luas. Dengan digitalisasi, pelayanan koperasi diharapkan lebih cepat, transparan, dan menjangkau lebih banyak anggota di pelosok desa.

Bagikan
Sumber: kanalbali.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks