MANGUPURA — Penyelenggaraan Turnamen Bola Voli Porum Cup IV di Banjar Umahanyar, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal resmi bergulir mulai Senin (4/5). Pembukaan ajang bergengsi tingkat regional ini dilakukan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang ditandai dengan aksi servis bola pertama di lapangan setempat.
Pemerintah Kabupaten Badung memberikan atensi khusus terhadap konsistensi masyarakat Banjar Umahanyar yang telah menggulirkan turnamen ini selama empat tahun berturut-turut. Sebagai bentuk dukungan nyata bagi kelancaran kompetisi, Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana motivasi senilai Rp 30 juta kepada panitia pelaksana.
Dalam arahannya, Adi Arnawa menyebut Desa Darmasaba memiliki potensi besar dalam cabang olahraga bola voli. Ia berharap kompetisi ini tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemain-pemain andalan yang mampu berbicara di level yang lebih tinggi.
“Darmasaba ini adalah gudangnya pemain voli. Saya berharap melalui Porum Cup IV ini akan lahir atlet-atlet berbakat yang bisa mewakili Kabupaten Badung di ajang tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Adi Arnawa di sela pembukaan turnamen.
Selain fokus pada prestasi atlet, Bupati menekankan bahwa keramaian yang tercipta dari turnamen ini harus memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga sekitar. Kehadiran penonton dari berbagai daerah di Bali menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka.
“Kegiatan ini bukan sekadar turnamen, tapi juga ajang penggalian dana dan sarana membantu UMKM lokal. Melalui keramaian ini, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Desa Darmasaba akan terbentuk,” imbuhnya.
Ketua Panitia Pelaksana Porum Cup IV, I Wayan Wiastra, merinci bahwa turnamen tahun ini menggunakan format semi open. Sebanyak 32 tim yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Bali dipastikan ikut berpartisipasi. Seluruh rangkaian pertandingan dijadwalkan berlangsung selama 35 hari ke depan.
Wiastra menjelaskan bahwa kesuksesan acara ini merupakan hasil kolaborasi lintas unsur di tingkat banjar, mulai dari PKK hingga Sekaa Teruna. Selain sebagai wadah penyaluran bakat pemuda, turnamen ini menjadi instrumen penting dalam penguatan organisasi di lingkungan desa.
“Turnamen ini juga bertujuan menjalin persaudaraan antar-tim serta meningkatkan sportivitas. Kami berkolaborasi dengan pihak Banjar, PKK, dan Sekaa Teruna untuk penggalian dana guna mendukung kegiatan organisasi di lingkungan kami,” jelas Wiastra.