Lawan Adiksi Gadget, 248 Pelajar Adu Strategi di BROT 2026 Gianyar

Penulis: Vino Bastian  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 18:45:01 WIB
pelajar dari berbagai jenjang berlaga dalam Bali Rapid Open Turnamen (BROT) 2026 di Gianyar.
di atas papan catur. ISI:

GIANYAR — Dominasi pelajar mewarnai pembukaan Bali Rapid Open Turnamen (BROT) 2026 di Blangsinga, Gianyar. Dari total 416 pendaftar, sebanyak 248 orang merupakan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA, sementara 168 lainnya berlaga di kategori umum.

Ajang yang menggandeng Krisna Oleh-oleh ini memikat pecatur lintas negara. Selain atlet nasional dari 10 provinsi, peserta asal Inggris, Rusia, dan Ukraina turut bersaing memperebutkan gelar juara. Level kompetisi pun merata, mulai dari kelas pemula, menengah, ahli, master, hingga pemegang gelar Grandmaster.

Membendung Adiksi Gadget pada Anak

Ketua Percasi Bali, I Nyoman Parta, mengapresiasi tingginya minat pelajar dalam turnamen ini. Ia menilai olahraga catur menjadi filter efektif untuk membendung gempuran dunia digital yang kian masif menyita waktu anak-anak.

“Bermain catur konvensional menggunakan papan fisik membantu anak-anak mengurangi ketergantungan pada gadget dan menurunkan screen time,” ujar Nyoman Parta, anggota DPR RI asal Guwang tersebut. Aktivitas ini dinilai ampuh mengalihkan perhatian anak dari layar digital menuju interaksi sosial yang nyata.

Stimulasi kognitif saat bertanding juga membantu pelajar membentengi diri dari pengaruh negatif konten internet. Fokus yang terbangun di atas papan catur diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan positif dalam penggunaan teknologi sehari-hari.

Catur dan Kontrol Emosi

Catur bukan sekadar olahraga, melainkan media pembentuk struktur berpikir dan kontrol emosi. Pemain dipaksa mempertimbangkan setiap langkah secara matang sebelum bertindak. Simulasi ini sangat relevan dengan proses pengambilan keputusan dalam kehidupan nyata.

Nyoman Parta menegaskan bahwa pecatur cenderung memiliki ketahanan mental yang tangguh. Mereka terlatih menganalisis risiko, memprediksi konsekuensi, dan menerima kekalahan sebagai bahan evaluasi, bukan akhir segalanya.

“Prinsip catur mengedepankan logika di atas emosi sehingga pemain terbiasa mengelola stres dengan lebih baik. Ini sangat penting untuk menjawab fenomena aksi bunuh diri di Bali,” pungkasnya.

Mencetak Grandmaster Masa Depan

Animo tinggi generasi muda memicu optimisme Percasi Bali dalam menjaring bibit atlet berprestasi. Mengingat jenjang karier catur yang diakui dunia, peserta tingkat pemula memiliki potensi besar menembus gelar Grandmaster di masa depan.

BROT 2026 diproyeksikan menjadi pijakan awal bagi atlet lokal untuk menembus level internasional. Kehadiran puluhan atlet catur nasional dalam ajang ini juga memberi kesempatan bagi para pelajar untuk menguji nyali melawan pemain yang lebih berpengalaman.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: kilasbali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top