BADUNG — Pemerintah bersama pemangku kepentingan mulai serius menggarap layanan water taxi untuk mengatasi kemacetan kronis di jalur darat menuju destinasi unggulan Bali. Fokus awal pembangunan akan menyasar infrastruktur pendukung, mulai dari dermaga khusus, fasilitas penyeberangan yang nyaman, hingga sistem tiket yang terintegrasi langsung dengan operasional bandara.
Proyek ini diambil mengingat pertumbuhan jumlah wisatawan yang tidak lagi sebanding dengan kapasitas jalan raya di kawasan Kuta, Seminyak, hingga Canggu. Dengan memanfaatkan jalur laut, wisatawan tidak hanya bisa menghemat waktu perjalanan secara signifikan, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata baru menikmati keindahan pesisir Bali sebelum tiba di hotel.
Rute utama taksi air ini akan menghubungkan bandara dengan dua titik strategis. Pertama, Canggu, kawasan yang kini menjadi magnet utama wisatawan namun kerap terkendala kemacetan parah di akses darat. Kedua, Nusa Dua, kawasan resort eksklusif yang membutuhkan aksesibilitas premium dan cepat.
Ke depan, rute ini direncanakan akan diperluas mencakup Seminyak hingga Uluwatu. Seluruh aspek keamanan dan standar pelayaran akan dipersiapkan dengan melibatkan investor swasta dan tenaga ahli transportasi laut.
Selain memecah kepadatan lalu lintas, kehadiran water taxi diyakini akan mendongkrak ekonomi lokal. Lapangan kerja baru akan tercipta di sektor operasional pelabuhan, navigasi, hingga jasa penunjang di sekitar dermaga.
Pemerintah menekankan bahwa kelestarian ekosistem laut Bali menjadi prioritas utama dalam proyek ini. Penggunaan teknologi ramah lingkungan dan perencanaan tata ruang laut yang matang menjadi syarat mutlak dalam pembangunannya.
Proyek ambisius ini dijadwalkan mulai memasuki tahap konstruksi pada Agustus tahun ini. Dalam rentang waktu hingga Juli 2027, seluruh aspek keamanan dan standar pelayaran akan dipersiapkan dengan melibatkan investor swasta dan tenaga ahli transportasi laut.
Dengan adanya taksi air ini, wisatawan yang hendak menuju Canggu dan Nusa Dua kini memiliki opsi baru untuk menghindari kemacetan di jalur darat. Pemerintah berharap terobosan ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan transportasi di Bali.