Ekonomi Hijau Bali Digenjot Lewat Pameran UMKM Terintegrasi, 60 Pelaku Usaha dari Dua Provinsi Tampilkan Produk Ramah Lingkungan

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 10:45:01 WIB
Pelaku UMKM dari Bali dan Jawa Timur tampilkan produk ramah lingkungan di Bali Jagadhita ke-VII.

DENPASAR — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali tidak hanya menggelar pameran biasa. Lewat Bali Jagadhita ke-VII, mereka mengarahkan para pelaku UMKM untuk bertransformasi menjadi eksportir yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Ajang tahunan yang berlangsung di Mal Bali Galeria, Kuta, Kabupaten Badung ini berlangsung selama tiga hari, 5-7 Juni 2026.

Bukan Sekadar Pameran, tapi Gerakan Ekonomi Berkelanjutan

Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani menegaskan, potensi besar Bali tidak hanya bertumpu pada pariwisata. Sektor pertanian, industri, UMKM, dan ekonomi kreatif harus ikut bergerak. “Bali memiliki potensi besar untuk terus tumbuh, terutama melalui kekuatan pariwisata yang mampu menggerakkan sektor lain,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (6/6/2026).

Dalam pameran ini, para perajin tidak sekadar memajang barang. Mereka menampilkan karya busana berbahan ramah lingkungan yang berkolaborasi dengan Dekranasda Bali. Selain fesyen, puluhan stan dari sektor makanan-minuman, kriya, hingga gerai edukasi pengolahan sampah turut memadati lokasi.

Harga Pangan Terkendali di Tengah Pameran Hijau

BI Bali juga menggelar pasar murah bahan pangan. Langkah ini dilakukan bersama BUMD pangan setempat untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga. Strategi ini menjadi paket komplit: UMKM naik kelas, warga dapat sembako murah.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Adha Damanik yang hadir dalam kesempatan yang sama menilai, ekonomi hijau adalah keniscayaan. Menurut dia, konsumen kini tidak hanya melihat harga, tetapi juga aspek lingkungan, kesehatan, dan keadilan dalam proses produksi. “Bali Jagadhita dapat terus menjadi wadah pengembangan UMKM hijau sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang produktif dan berdaya saing,” kata Riza.

UMKM sebagai Penjaga Budaya Bali

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali Luh Ayu Aryani menambahkan, pameran ini menegaskan bahwa UMKM bukan sekadar mesin ekonomi. Mereka adalah benteng budaya lokal. “Ke depan, Bali tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ekonomi berbasis budaya lokal dan masyarakat, termasuk melalui pengembangan desa wisata,” ujar dia.

Pameran yang berlangsung di pusat perbelanjaan ini diharapkan menjadi model promosi terintegrasi yang bisa direplikasi. Dengan menggabungkan perdagangan, pariwisata, dan investasi berkelanjutan, BI Bali ingin memastikan pertumbuhan ekonomi di provinsi ini tidak hanya cepat, tetapi juga inklusif dan ramah lingkungan.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: m.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top