DENPASAR — Porjar Bali 2026 resmi dibuka pada Jumat (5/6) di Lapangan Puputan Margarana, Renon. Kini, perhatian publik tertuju pada Rabu (10/6) yang menjadi hari penentuan bagi 13 cabang olahraga. Pertandingan akan berlangsung dari pagi hingga sore hari di berbagai lokasi yang telah ditentukan.
Cabang olahraga yang mempertandingkan laga penentuan meliputi bola basket 5×5, bola voli indoor, pencak silat, sepak bola, menembak, panjat tebing, shorinji kempo, tarung derajat, selam, bridge, muaythai, futsal, dan kick boxing. Masing-masing cabor digelar di venue berbeda, mulai dari GOR Purna Krida, GOR Ngurah Rai, Stadion Ngurah Rai, hingga Kolam Renang Tirta Arum.
Beberapa venue juga menjadi tuan rumah lebih dari satu cabor. GOR Lila Bhuana misalnya, lantai I digunakan untuk shorinji kempo dan lantai II untuk tarung derajat. Sementara GOR Kompyang Sujana menjadi lokasi panjat tebing sekaligus kick boxing.
Porjar Bali 2026 diikuti oleh sekitar 7.000 atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Pulau Dewata. Mereka bertanding dalam 40 cabang olahraga serta empat cabang ekshibisi. Ajang ini bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Provinsi Bali untuk menyiapkan atlet muda berbakat.
Peserta Porjar saat ini merupakan aset olahraga Bali yang akan dipersiapkan untuk menghadapi berbagai ajang besar di masa depan, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Selain itu, keberadaan atlet-atlet muda ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan sektor sport tourism yang tengah digencarkan Pemprov Bali.