BALI — Memasuki pertengahan 2026, tekanan biaya transportasi harian semakin terasa bagi pekerja di kota-kota besar Indonesia. Harga BBM non-subsidi yang terus merangkak naik membuat ongkos operasional motor konvensional membengkak. Opsi beralih ke motor listrik pun menjadi kian rasional, terutama dengan adanya subsidi pemerintah yang efektif menekan harga beli.
Pemerintah masih menyediakan subsidi Rp 7 juta untuk motor listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen. Skema ini membuat sejumlah model dengan spesifikasi harian yang mumpuni bisa ditebus dengan harga mulai dari kisaran Rp 8 jutaan setelah dipotong subsidi.
United MX-1200 dibanderol sekitar Rp 15,8 juta untuk OTR Jakarta. Setelah dipotong subsidi, harganya bisa turun menjadi Rp 8,8 juta hingga Rp 10,8 jutaan. Motor ini sanggup menempuh jarak 80 km dalam sekali cas dengan kecepatan maksimal 65 km/jam.
Dek bawah yang luas menjadi nilai tambah untuk membawa tas kantor atau belanjaan. Fitur keyless entry juga membuat penggunaannya lebih praktis saat mobilitas harian.
Polytron Fox-200 menawarkan skema sewa baterai yang membuat harga unitnya bisa ditekan mulai Rp 11,9 juta hingga Rp 12,9 jutaan. Dengan kapasitas baterai 1,94 kWh dan motor 1.500 watt, motor ini diklaim mampu menempuh jarak 85 km.
Desainnya yang ringkas membuatnya lincah saat bermanuver di kemacetan jam sibuk. Model ini cocok untuk pekerja yang rutenya tidak terlalu panjang tetapi membutuhkan efisiensi biaya operasional.
Bagi pekerja dengan jarak tempuh pulang-pergi yang panjang, Viar Q1 menjadi opsi paling menarik. Motor listrik yang sudah cukup populer ini dibekali baterai Lithium-ion 60V 23 Ah yang sanggup menempuh jarak hingga 120 km sekali pengisian penuh.
Harganya berada di kisaran Rp 14 juta sampai Rp 18 jutaan. Kecepatan maksimal stabil di angka 60 km/jam, cukup untuk kebutuhan harian di dalam kota.
Selain tiga model di atas, masih ada dua rekomendasi lain yang tidak kalah menarik di kelas harga yang sama. Motor-motor ini juga menawarkan jarak tempuh minimal 60 km dan biaya operasional yang diklaim mampu menghemat pengeluaran energi hingga 85 persen dibanding motor bensin.
Subsidi pemerintah dan beragam skema pembiayaan membuat motor listrik kini tidak lagi sekadar alternatif, melainkan solusi paling konkret untuk menekan biaya transportasi harian di tengah tren kenaikan harga BBM yang belum menunjukkan tanda-tanda melandai.