Purworejo 39 Hari Tanpa Hujan, BMKG: 33,3 Persen Zona Musim Indonesia Resmi Masuki Kemarau

Penulis: Yanto Prasetya  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 21:22:01 WIB
Purworejo catat 39 hari tanpa hujan, masuk lima besar daerah terkering nasional.

BALI — Data BMKG yang dirilis Minggu (14/6) menunjukkan kondisi ekstrem di Purworejo, yang dijuluki Bumi Bagelen. Periode kering ini setara dengan Kabupaten Bantul di DI Yogyakarta. Secara nasional, rekor terpanjang dipegang Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dengan 42 hari tanpa hujan, disusul Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, 40 hari.

Lima Wilayah dengan Periode Kering Terpanjang

BMKG merilis lima daerah dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori sangat panjang hingga pertengahan Juni. Selain Purworejo dan Bantul, Kabupaten Merauke di Papua Selatan mencatat 32 hari tanpa hujan. Pola cuaca kering ini melanda Jawa Tengah, sebagian Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT.

"Hingga awal Juni ini, sekitar 33,3 persen Zona Musim di Indonesia (233 ZOM) sudah resmi memasuki musim kemarau," demikian pernyataan resmi BMKG yang dikutip hari ini.

Ancaman Krisis Air Bersih di Purworejo

Purworejo sudah sebulan lebih tanpa sentuhan air hujan. Krisis air bersih mengancam sektor domestik rumah tangga, sementara lahan pertanian warga mulai retak-retak akibat kekeringan. BMKG memperingatkan musim kemarau tahun ini diproyeksikan lebih kering dan panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

Catatan HTH ini menempatkan Purworejo ke dalam jajaran lima daerah terkering di level nasional. Pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat diminta segera menyiapkan langkah antisipasi, termasuk distribusi air bersih dan bantuan bagi petani.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top