Struk Pertalite Rp 18.040 Tuai Tanya, Pertamina Buka Suara Soal Harga Subsidi vs Keekonomian

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 21:57:01 WIB
Struk Pertalite Rp 18.040 mencerminkan harga keekonomian, bukan harga jual subsidi.

BALI — Viral di media sosial, struk pembelian Pertalite yang mencantumkan harga Rp 18.040 per liter membuat publik bertanya-tanya. Benarkah harga BBM bersubsidi itu naik? Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, langsung memberikan klarifikasi.

Angka di Struk Bukan Harga yang Dibayar

Roberth menjelaskan, angka Rp 18.040 yang tertera di struk merupakan gambaran harga keekonomian Pertalite. Nilai itu muncul jika dihitung berdasarkan komponen pasar dan biaya penyediaan energi secara penuh. Namun, masyarakat tetap membeli Pertalite sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, yang saat ini jauh lebih rendah berkat subsidi.

“Pertamina Patra Niaga bertindak sebagai operator yang menjalankan dan mematuhi kebijakan Pemerintah terkait penyaluran BBM bersubsidi,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, Selasa (16/6/2026).

Subsidi BBM: Jaring Pengaman Daya Beli

Pertalite merupakan jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) yang mendapat subsidi negara. Kebijakan ini, kata Roberth, sepenuhnya wewenang pemerintah, bukan Pertamina. Tujuan utamanya adalah melindungi daya beli masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan menjaga stabilitas nasional.

“Program subsidi BBM memiliki tujuan strategis untuk menjaga stabilitas nasional, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi,” imbuh dia.

Pertamax: Harga Pasar yang Ditahan

Berbeda dengan Pertalite, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang harga jualnya mengikuti dinamika pasar. Meski begitu, Pertamina tetap berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas. Bahkan, pada periode sebelumnya, harga Pertamax sempat ditahan agar tidak membebani masyarakat.

Penyesuaian harga Pertamax per 10 Juni 2026, menurut Pertamina, sudah mempertimbangkan daya beli masyarakat, keberlanjutan fiskal, dan kondisi ekonomi. Namun, harga saat ini masih di bawah keekonomian. Jika mengacu penuh pada harga minyak dunia, harga Pertamax seharusnya berada di level yang lebih tinggi.

Imbauan: Cek Informasi Resmi

Pertamina mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak utuh. Semua informasi resmi soal produk dan kebijakan energi bisa diakses melalui website www.pertaminapatraniaga.com, akun Instagram @pertaminapatraniaga, atau menghubungi Pertamina Customer Solutions di nomor 135.

Kasus ini mengingatkan pentingnya literasi publik tentang komponen harga BBM. Selisih antara harga jual dan harga keekonomian di struk bukanlah kenaikan, melainkan cerminan besaran subsidi yang digelontorkan negara agar harga BBM tetap terjangkau di tengah fluktuasi harga minyak global.

Reporter: Usman Harun
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top