BALI — Setelah sempat terpuruk ke level Rp43.200 per gram pada perdagangan Kamis kemarin, harga perak Antam hari ini berbalik menguat signifikan. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, kenaikan sebesar Rp1.900 per gram langsung mendorong harga komoditas ini kembali ke zona hijau.
Bagi para kolektor dan investor, pergerakan ini menjadi momentum yang menarik. Pasalnya, perak kerap dijadikan alternatif diversifikasi aset yang lebih terjangkau dibandingkan emas. Kenaikan hari ini memutus rantai pelemahan yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut sejak awal Juni.
Rincian Harga Perak Batangan dan Edisi Heritage
Antam menyediakan produk perak murni dalam bentuk batangan dengan beberapa pecahan berat, termasuk varian edisi khusus Perak Heritage. Seluruh harga yang dipatok di butik Logam Mulia Antam sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% sesuai regulasi yang berlaku.
Untuk pecahan 250 gram, harga dasar dibanderol Rp11.675.000, dan setelah ditambah PPN menjadi Rp12.959.250. Sementara untuk pecahan 500 gram, harga dasar Rp22.550.000 naik menjadi Rp25.030.500 setelah pajak.
Adapun varian Perak Heritage hadir dalam dua pecahan. Pecahan 31,1 gram dibanderol Rp1.950.403 (harga dasar) atau Rp2.164.947 setelah PPN. Sedangkan pecahan 186,6 gram dihargai Rp10.580.956 (dasar) dan Rp11.744.861 setelah pajak.
Mengapa Kenaikan Ini Penting bagi Pasar?
Lonjakan harga perak Antam kali ini cukup mengejutkan karena terjadi setelah tekanan jual yang cukup deras di awal pekan. Kenaikan sebesar Rp1.900 per gram dalam sehari tergolong agresif dan langsung mengerek harga ke level tertinggi dalam sepekan terakhir.
Para pelaku pasar biasanya memanfaatkan momen seperti ini untuk melakukan aksi beli di tengah volatilitas. Bagi investor ritel, perak tetap menjadi instrumen favorit karena harga per gramnya yang lebih rendah dibanding emas, sehingga lebih mudah dijangkau untuk akumulasi bertahap.
Hingga berita ini diturunkan, Antam belum merilis pernyataan resmi terkait faktor spesifik yang mendorong lonjakan harga perak hari ini. Namun, pergerakan harga logam mulia kerap dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.