BALI — Managing Director PT Napindo Media Ashatama, Arya Seta, menyebutkan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi yang terbesar dalam lebih dari dua dekade. "Selama lebih dari 2 dekade penyelenggaraan, kami telah membangun begitu banyak hubungan dan persahabatan di industri ini," ujarnya.
Pameran ini menghadirkan tujuh paviliun negara, yaitu China, Eropa, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam. Selain pameran produk, acara ini juga dimeriahkan oleh Indo Livestock Grand Championship (ILGC) 2026 berupa Kontes Ternak Domba Garut yang menampilkan ternak unggulan dari berbagai daerah.
Salah satu agenda yang dinantikan adalah Fisheries Buyer Meetings, sebuah program business matchmaking yang mempertemukan calon pembeli potensial dengan eksportir. Kegiatan ini membuka peluang ekspor-impor dan perluasan jaringan bisnis untuk meningkatkan transaksi di sektor perikanan.
Tak hanya urusan bisnis, pameran ini juga menggelar Yacht Farmer Day yang menjadi wadah bagi generasi muda dan startup untuk mengeksplorasi inovasi bertema from farm to fame. Selain itu, ada sosialisasi SDTI (susu, daging, telur, ikan) dengan tema 'Gizi Seimbang Generasi Gemilang' untuk mengkampanyekan pentingnya protein hewani.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah, Napindo bersama YAPPI menyelenggarakan Indo Livestock Innovation Award 2026 yang mengusung tema Food for Better Life. Pameran ini juga diisi dengan seminar, focus group discussion, technical product presentation, hingga forum industri yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara.
Dengan skala internasional dan agenda yang menyentuh aspek bisnis hingga edukasi, Indo Livestock 2026 diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan industri peternakan dan pertanian nasional yang lebih berkelanjutan.