DENPASAR — Selama tiga hari, ruang kelas di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar berubah menjadi ruang uji kompetensi. Ratusan siswa dari Fase E (X) dan Fase F (XI) Awal fokus membaca, menyimak, dan menjawab soal di layar gawai dan laptop masing-masing. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif itu digelar dengan dukungan Balai Bahasa Provinsi Bali.
Kepala SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar, I Komang Rika Adi Putra, M.Pd., menegaskan bahwa penguasaan bahasa bukan sekadar keterampilan dasar, melainkan kebutuhan profesi. “Sebagai sekolah kesehatan, kami tidak hanya menyiapkan siswa agar unggul dalam bidang kesehatan, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Indonesia yang benar dan santun. Kemampuan berbahasa yang baik akan menjadi bekal penting saat mereka berinteraksi dengan pasien maupun masyarakat,” ujarnya.
Kemampuan Berbahasa: Bukan Sekadar Nilai Ujian
Di lingkungan pendidikan kesehatan, kemampuan menyampaikan informasi secara jelas dan tepat menjadi syarat mutlak. Seorang tenaga kesehatan tidak hanya dituntut menguasai ilmu medis, tetapi juga harus mampu menjelaskan