BALI — Kritik keras diarahkan ke pelatih Portugal, Roberto Martinez, usai laga pertama fase grup Piala Dunia 2026. Timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo di laga yang digelar Kamis (18/6) malam. Sorotan utama jatuh pada keputusan Martinez yang tak kunjung menarik Cristiano Ronaldo keluar lapangan.
Sepanjang 90 menit pertandingan, Ronaldo gagal menunjukkan ketajamannya sebagai ujung tombak. Beberapa peluang emas yang ia dapatkan di kotak penalti lawan selalu gagal dikonversi menjadi gol. Statistik mencatat, kapten timnas Portugal itu hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran dari total lima percobaan.
Padahal, lini serang Portugal butuh energi segar di babak kedua. RD Kongo justru mampu menyamakan kedudukan setelah gol cepat Portugal di awal babak pertama. Kegagalan Martinez membaca situasi dianggap sebagai blunder taktis yang merugikan tim.
Pengamat sepak bola Portugal menilai Martinez terlalu takut mengambil risiko mengganti Ronaldo. "Ini soal mentalitas pelatih. Mempertahankan pemain yang sedang tidak dalam performa terbaiknya adalah kesalahan fatal di turnamen sekelas Piala Dunia," ujar analis sepak bola Portugal, Joao Pereira, dalam program olahraga lokal.
Keputusan serupa sebenarnya pernah terjadi saat Euro 2024. Saat itu, Martinez juga kerap mempertahankan Ronaldo meski performanya di bawah standar. Hasilnya, Portugal gagal melaju jauh dan tersingkir lebih awal dari perkiraan.
Hasil imbang ini membuat Portugal hanya mengoleksi satu poin di laga perdana Grup H. Tim asuhan Martinez harus segera bangkit di dua pertandingan tersisa melawan lawan-lawan berat lainnya. Jika gagal meraih kemenangan di laga selanjutnya, peluang lolos ke babak 16 besar bisa sirna.
Tekanan kini semakin besar di pundak Martinez. Publik dan media Portugal menuntut perubahan strategi, terutama dalam mengelola menit bermain Ronaldo. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pelatih asal Belgia itu untuk membuktikan dirinya mampu mengambil keputusan tegas demi kepentingan tim.