BULOG Tanam 1.050 Bibit Mangrove di Pesisir Denpasar Selatan, Target Rehabilitasi Ekosistem Pesisir Bali

Penulis: Yanto Prasetya  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 11:02:31 WIB
Perum BULOG menanam 1.050 bibit mangrove di Arboretum Mangrove Benoa, Denpasar Selatan.

DENPASAR — Perum BULOG kembali melakukan aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Bali. Sebanyak 1.050 bibit ditanam di Arboretum Mangrove Benoa, Denpasar Selatan, pada Senin (22/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bulog Peduli Hijauan Konservasi Pesisir Pantai.

Sinergi dengan Komunitas Lokal untuk Rehabilitasi Pesisir

Penanaman tidak dilakukan sendirian. BULOG menggandeng komunitas Sahabat Mangrove Ranger Indonesia untuk memastikan bibit-bibit tersebut tumbuh subur. Langkah ini diambil karena rehabilitasi pesisir membutuhkan perawatan berkelanjutan, bukan sekadar penanaman seremonial.

Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Ade Prastya Nurdin, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kelestarian alam berkaitan erat dengan tugas utama BULOG menjaga ketahanan pangan nasional.

Mengapa Ketahanan Pangan Bergantung pada Ekosistem Pesisir?

Ade Prastya Nurdin menjelaskan bahwa ekosistem yang sehat menjadi fondasi ketersediaan pangan. “Ketahanan pangan kita sangat bergantung pada ekosistem yang sehat. Jadi, menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Penanaman ini adalah langkah lanjutan. Sebelumnya pada tahun 2024, BULOG telah menanam 570 bibit di lokasi yang sama. Dengan tambahan 1.050 bibit tahun ini, total bibit yang ditanam mencapai 1.620 pohon di kawasan Arboretum Mangrove Benoa.

Target: Ekosistem Pesisir Bali Lebih Tangguh

BULOG menargetkan kawasan pesisir Bali menjadi lebih tangguh terhadap perubahan lingkungan, seperti abrasi dan gelombang pasang. Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga perawatan dan pemantauan rutin agar ekosistem tetap terjaga.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kantor Wilayah Bali, Simon Melkisedek Lakapu, turut mendampingi kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari komunitas hingga masyarakat umum, bisa terus terjaga. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk ikut serta menjaga kekayaan alam Indonesia.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: kabarnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top