BALI — Kecelakaan terjadi pada Rabu (24/6) pagi, sekitar pukul 11.49 WIB. Truk bermuatan wiremesh—anyaman kawat baja yang biasa digunakan sebagai pagar atau tulangan beton—kehilangan kendali di jalur layang hingga terbalik. Material yang diangkut langsung berserakan di aspal, memaksa kendaraan di belakangnya mengurangi laju atau berhenti total.
Tim derek dan pembersih dari PT Jasa Marga, selaku pengelola jalan tol, tiba di lokasi tak lama setelah laporan diterima. Material wiremesh yang berat dan tajam harus dipotong dan dipindahkan secara manual sebelum jalan bisa dilalui kembali.
Arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Tangerang sempat tersendat. Petugas memberlakukan buka-tutup lajur untuk memberi ruang gerak alat berat. Belum ada pernyataan resmi mengenai berapa lama proses pembersihan akan berlangsung secara total.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menduga sopir truk kehilangan konsentrasi saat melintas di tikungan layang. Namun, faktor teknis seperti kondisi rem atau beban berlebih belum bisa disimpulkan. "Kami masih memeriksa sopir dan saksi di lapangan untuk memastikan penyebab pastinya," ujar seorang petugas di lokasi.
Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Sopir truk dilaporkan selamat dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di posko pengelola tol.
Kemacetan merambat hingga ke pintu masuk tol di kawasan Slipi dan Grogol. Pengendara yang hendak menuju Bandara Soekarno-Hatta atau kawasan Tangerang diminta mencari jalur alternatif non-tol, seperti melalui Jalan Daan Mogot atau jalur arteri Palmerah.
Jasa Marga mengimbau pengemudi untuk tetap waspada, terutama saat melintasi ruas layang yang memiliki kontur jalan menikung dan elevasi tinggi. Kejadian seperti ini, menurut catatan operator, kerap dipicu oleh kecepatan tinggi yang tidak sesuai dengan kondisi tikungan.