Uji Coba Rekayasa Lalin Uluwatu Berakhir, Pemkab Badung Siapkan Skema Permanen Hingga Cuaca Buruk di Selat Bali Hambat Pelabuhan

Penulis: Usman Harun  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 16:24:01 WIB
Uji coba rekayasa lalu lintas Jalan Raya Uluwatu telah selesai setelah 14 hari pelaksanaan.

MANGUPURA — Arus menuju kawasan wisata Pecatu mulai terasa lebih lega setelah 14 hari uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Uluwatu, Kuta Selatan. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, AA Gede Rahmadi, membenarkan masa uji coba telah rampung beberapa hari lalu. Rapat evaluasi belum bisa digelar karena bertepatan dengan rangkaian hari raya keagamaan, namun dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

“Rapat forum akan membahas hasil uji coba sekaligus menyerap masukan dari berbagai pihak,” ujar AA Gede Rahmadi. Skema permanen ini dirancang untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut, terutama saat musim liburan.

Cuaca Buruk di Selat Bali: Antrean Kendaraan Mengular di Pelabuhan Gilimanuk

NEGARA — Kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang kurang bersahabat menjadi salah satu penyebab antrean kendaraan di pelabuhan pada akhir pekan. PT ASDP mengonfirmasi bahwa peningkatan jumlah pengguna jasa selama masa libur sekolah turut memperparah situasi. Hal ini tidak hanya terjadi di Pelabuhan Ketapang, tetapi juga di Pelabuhan Gilimanuk.

Sementara itu, BMKG memprakirakan cuaca Bali pada Selasa (23/6) cerah berawan dengan potensi angin kencang. Suhu terendah mencapai 21 derajat celcius. Dalam peringatan dini hingga Rabu (24/6) pukul 08.00 WITA, tidak ada kabupaten/kota yang memperoleh peringatan level waspada hingga awas terhadap hujan kategori sedang hingga ekstrem.

Bali United dan Komang Tri Arta Wiguna Berpisah, Manajemen Ucapkan Terima Kasih

GIANYAR — Kebersamaan antara Bali United dan bek binaannya, Komang Tri Arta Wiguna, resmi berakhir menjelang musim kompetisi 2026/2027. CEO Bali United, Yabes Tanuri, mengumumkan keputusan tersebut pada Senin (22/6). Klub menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kontribusi pemain berusia 25 tahun itu selama membela Serdadu Tridatu.

Desa Cepaka Olah Sampah Plastik Jadi BBM, Solusi Kreatif Atasi Krisis Sampah Bali

SINGASANA — Di tengah persoalan sampah yang masih mengkhawatirkan di Bali, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, menawarkan solusi kreatif dengan menggandeng Yayasan Coco Social Fun. Melalui teknologi mesin pirolisis, sampah plastik diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) berupa solar dan bensin.

Perbekel Desa Cepaka, I Ketut Tedja, menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi isu serius di Bali, terlebih pulau ini menggantungkan perekonomian pada sektor pariwisata. “Daerah tujuan wisata semestinya mampu menata diri, termasuk dalam pengelolaan sampah,” ujarnya. Inisiatif ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan di daerah lain.

Reporter: Usman Harun
Sumber: balipost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top