BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung resmi menetapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Pecatu sebagai kebijakan permanen. Langkah ini diambil setelah skema uji coba yang berlangsung beberapa pekan terakhir dinilai sukses mengurai kemacetan di jalur menuju kawasan wisata Uluwatu.
Simpang Toya Ning menjadi poros utama rekayasa ini. Titik pertemuan arus kendaraan dari arah Uluwatu, Jimbaran, dan kawasan Pecatu kini diatur dengan sistem buka-tutup jalur secara terjadwal. Pengendara yang melintas diwajibkan mengikuti rambu dan petugas di lapangan.
Belum ada rincian resmi mengenai jam operasional spesifik dari skema ini. Pihak Pemkab Badung masih akan mensosialisasikan aturan detail kepada masyarakat dan pelaku usaha wisata di sekitar Pecatu dalam waktu dekat.
Keputusan ini didasarkan pada evaluasi lapangan yang mencatat penurunan waktu tempuh kendaraan secara signifikan selama masa uji coba. Sebelumnya, titik-titik seperti Simpang Toya Ning kerap menjadi lokasi antrean panjang, terutama pada jam sibuk kunjungan wisatawan asing dan domestik.
Pemkab Badung menilai skema ini efektif tanpa mengganggu akses warga lokal menuju permukiman dan area pertanian di Pecatu. Kebijakan permanen juga diharapkan memberi kepastian bagi pengemudi ojek online, taksi, dan sopir pariwisata yang setiap hari melayani rute menuju Pura Uluwatu dan Pantai Padang-Padang.
Selain rekayasa lalu lintas, Pemkab Badung juga tengah menyiapkan proyek jalan lingkar di kawasan Pecatu. Rencana pembangunan infrastruktur ini disebut sebagai solusi struktural untuk mengurai kepadatan yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan ke Uluwatu.
Belum ada angka pasti mengenai anggaran dan jadwal pelaksanaan proyek jalan lingkar tersebut. Pemerintah daerah masih melakukan kajian teknis dan pembebasan lahan sebelum proyek dimulai.
Kebijakan permanen ini langsung dirasakan oleh pengendara yang melintas di kawasan Pecatu. Warga setempat berharap aturan baru tidak mempersulit akses harian menuju pusat perbelanjaan dan fasilitas umum di Kecamatan Kuta Selatan.
Bagi wisatawan, rekayasa ini diharapkan membuat perjalanan menuju kawasan Uluwatu lebih terprediksi. Pihak Pemkab Badung mengimbau pengunjung untuk memantau informasi lalu lintas terkini sebelum berangkat, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.